Bahaya Menghangatkan Makanan Bersantan

Ilustrasi. (Foto: SHUTTERSTOCK/yohanes_setiyanto)

JAKARTA – Makanan yang mengandung santan sebaiknya tidak dipanaskan kembali karena dapat berdampak negatif pada kesehatan. Hal ini disebabkan oleh tingginya kandungan lemak dalam makanan bersantan yang semakin meningkat ketika dipanaskan hingga mencapai titik didih.

Pakar Nutrisi, Widya Fadilla, M.KM menjelaskan bahwa makanan bersantan mengandung nutrisi penting seperti vitamin, mineral, dan zat besi. Namun, ketika makanan bersantan dipanaskan kembali, nutrisi yang terkandung di dalamnya dapat rusak dan kandungan lemak jahat akan meningkat.

“Jika makanan bersantan dipanaskan kembali secara teratur, hal tersebut dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti sakit perut, perut kembung, GERD, dan masalah pencernaan lainnya,” kata pakar lulusan Universitas Indonesia itu.

Hal ini juga berlaku untuk sayur, seperti bayam dan jenis sayuran hijau lainnya. Widya menyebut, sayuran hijau yang dihangatkan kembali sangat rentan kehilangan nutrisi.

Tidak sedikit masyarakat Indonesia yang memasak makanan olahan bersantan dengan porsi besar, dengan tujuan untuk menyantapnya kembali beberapa waktu ke depan.

Meski tetap tidak dianjurkan, setidaknya, nutrisi yang hilang dan jumlah lemak jahat yang bertambah dapat diminimalisiasi.

Widya menyarankan untuk menghangatkan kembali olahan bersantan dengan menggunakan microwave. Sebelum menghangatkan kembali, ia juga menganjurkan untuk menyimpan makanan pada wadah tertutup minim udara.

“Ketika kita memanaskan dengan kompor, itu kadang tidak merata panasnya, kalau microwave panasnya biasanya stabil dan lebih baik juga pada proses pembunuhan bakteri,” tuturnya.

Sumber: Antara

Advertisement