JAKARTA, KBKNEWS.id — Meski erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki telah mereda, jejak traumanya masih membekas bagi warga yang kehilangan rumah dan harus mengungsi berbulan-bulan.
Erupsi besar awal November 2024 sempat menaikkan status gunung ke Level IV (Awas), memutus jalur logistik, menutup bandara, dan memaksa ribuan warga meninggalkan kampung halaman.
Di tengah upaya pemulihan yang panjang, Dompet Dhuafa melalui Disaster Management Center (DMC) menghadirkan harapan baru lewat hunian sementara Bale Nyaman (Baleman). Sebanyak 10 unit Baleman tahap pertama kini telah selesai dan dihuni sepekan terakhir di Desa Konga, Titehena, Flores Timur, amanah dari para donatur Markets4You. Totalnya akan ada 20 KK yang menerima hunian ini.
Salah satu penerimanya, Bapak Joy dan Ibu Yun, sebelumnya tinggal di kontrakan di Desa Boru yang turut terdampak. Saat erupsi terjadi, mereka kehilangan rumah dan anak-anak harus mengungsi ke rumah nenek. Hampir setahun mereka menumpang di kerabat di Larantuka, jauh dari aktivitas sehari-hari.
Kini, setelah menempati Baleman, rasa syukur tak putus mereka ucapkan.
“Baleman ini luas, ada dua kamar, dan benar-benar terasa sebagai rumah,” ujar Bapak Joy yang berprofesi sebagai guru. Ia kini bisa kembali mengajar dengan lebih tenang karena jarak ke sekolah jauh lebih dekat.
Perwakilan Markets4You, Marlina, menuturkan bahwa bantuan ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan para penyintas. Sebelumnya, Markets4You juga menyalurkan paket pangan melalui Dompet Dhuafa.
Relawan lokal Dompet Dhuafa, Bapak Ali, menyampaikan bahwa Dompet Dhuafa telah membersamai masyarakat Lewotobi sejak 2023. Saat erupsi 2024 terjadi, tim DMC tiba kurang dari 24 jam untuk memberikan bantuan.
Selain Baleman, Dompet Dhuafa turut membangun musala darurat serta pipanisasi air bersih untuk memastikan kebutuhan dasar, spiritual, dan kenyamanan penyintas terpenuhi.
Kepala DMC Dompet Dhuafa, Shofa Qudus, menjelaskan bahwa penerima manfaat Baleman dipilih melalui proses asesmen ketat, dan banyak di antaranya adalah tenaga pengajar pahlawan tanpa tanda jasa yang tetap mengabdi di tengah keterbatasan.





