JAKARTA, KBKNEWS.id – Pemerintan Kabupaten Jayawijaya mengatakan banjir dan longsor terjadi di 22 distrik yang berada di dataran rendah.
Bupati Jayawijaya Athenius Murib mengimbau pada 40 Kepala Distrik di wilayah itu, untuk mulai melakukan pendataan terhadap kampung -kampung yang terdampak musibah banjir dan longsor agar pemerintah bisa menghitung bantuan yang akan disalurkan kepada masyarakat.
“Kami mengharapkan kepala distrik ini bisa memberikan laporan kepada BPBD, karena 7 hari kedepan curah hujan semakin tinggi, dari laporan yang diterima ada 22 Distrik yang terdampak namun baru 6 distrik yang melaporkan itu,”kata Mantan Dandim 1702/Jayawijaya
“Oleh karena itu data yang diperlukan pemerintah harus segera dimasukan kepala Distrik ke posko agar mempercepat langkah pemerintah dalam mengambil kebijakan yang tepat memban korban banjir,” bebernya, dilansir cendrawasihpos.
Menurutnya, pemerintah juga akan membentuk posko dan satgas penanganan bencana banjir, sebab selain banjir juga ada longsor seperti di Asotipo (tanah Longsor), Ibele, Walaik, Tailarek, oleh karena itu perlu laporan ini harus di akomodir oleh BPBD Jayawijaya. (jo/wen)
Bupati Jayawijaya Athenius Murib, SH, MH memimpin doa sebelum mengarungi kali baliem dengan perahu karet milik tim SAR untuk melihat dampak meluapnya kali baliem dari Pkhek e Witawaya hingga sampai ke Wesaput Sabtu (26/5) kemarin.




