JAKARTA, KBKNEWS.id – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta membatalkan 11 perjalanan kereta api jarak jauh yang berangkat dari Stasiun Pasar Senen dan Stasiun Gambir, Senin (19/1), menyusul banjir yang menggenangi jalur rel di wilayah Pekalongan, Jawa Tengah.
Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengatakan pembatalan dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk menghindari potensi gangguan perjalanan apabila kereta tetap dioperasikan melewati jalur terdampak banjir.
“Keputusan ini diambil karena tingginya risiko keterlambatan dan demi menjamin keselamatan perjalanan kereta api,” ujar Franoto dalam keterangannya di Jakarta, Senin.
Adapun kereta api yang batal berangkat dari Stasiun Pasar Senen meliputi KA Tawang Jaya Premium relasi Pasar Senen–Semarang Tawang yang dijadwalkan berangkat pukul 06.45 WIB serta KA Tegal Bahari relasi Pasar Senen–Tegal dengan jadwal keberangkatan pukul 10.40 WIB.
Sementara itu, dari Stasiun Gambir, terdapat sembilan perjalanan kereta api yang dibatalkan, yakni KA Gajayana Tambahan, KA Argo Merbabu, KA Papandayan, KA Purwojaya, KA Argo Muria, KA Argo Bromo Anggrek, KA Parahyangan, KA Purwojaya Tambahan, serta KA Sembrani Tambahan dengan berbagai jadwal keberangkatan sepanjang hari.
Franoto menambahkan, informasi pembatalan telah disampaikan kepada calon penumpang melalui SMS blast dan berbagai kanal resmi KAI lainnya.
Bagi penumpang yang terdampak, KAI memberikan pengembalian bea tiket sebesar 100 persen.
Proses pengembalian dapat dilakukan hingga H+7 sejak tanggal keberangkatan melalui loket stasiun, aplikasi resmi penjualan tiket, maupun Contact Center KAI 121.
Hingga Senin, gangguan operasional perjalanan kereta api masih berpotensi terjadi akibat genangan air yang belum sepenuhnya surut di sejumlah titik jalur rel wilayah Pekalongan. Oleh karena itu, KAI terus melakukan evaluasi serta pemantauan kondisi prasarana sebelum operasional kembali berjalan normal.
“Keselamatan perjalanan kereta api merupakan prioritas utama kami. Untuk itu, KAI mengambil langkah pembatalan sejumlah perjalanan kereta demi memenuhi standar keselamatan sarana dan prasarana,” kata Franoto.





