
TEGAL (KBK) – Meski banjir di sebagian tempat di Brebes dan Tegal sudah surut dan warga mulai kembali ke rumah masing-masing, namun aktivitas ekonomi masih lumpuh.
Demikian dikataka Narwan, Tim Respon Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa yang mengomandoi respon relawan di Brebes dan Tegal kepada KBK, Kamis (15/2/2018).
Hasil penyisiran Tim Respon, lanjut Narwan, didapati warga di Kelurahan Krandon, Kec. Margadana, Kota Tegal. Terdapat 2 lokasi pengungsian, yaitu ; Posko pengungsi MI Nurul Hikmah, terdapat sekitar 200 jiwa dan Masjid Al Barkah sekitar 150 jiwa.
“Akses yang jauh dari jalan utama pantura memaksa para pengungsi mencari bantuan keluar pengungsian bahkan sering kali pengungsi yang ada di 2 titik ini jarang sekali tersentuh terkendala akses,” ungkap Narwan.
Karena itu pula, akhirnya Tim Respon Dompet Dhuafa memutuskan untuk melakukan pendampingan pengungsi dengan mendirikan posko, dapur umum dan penyediaan air untuk kebutuhan minum untuk kedua lokasi pengungsian tersebut.
Selain itu, tim juga menyediakan perahu untuk mensuplai makanan kepada korban banjir yang masih bertahan di rumah-rumah.
Seperti diberitakan sebelumnya, air memasuki rumah warga sejak hari Sabtu, (11/02/2018) akibatkan jebolnya tanggul sungai Pamali yang ada di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.
Tim Dompet Dhuafa melakukan respon banjir Brebes pada hari Senin, (13/02/18) dan langsung melakukan asessment untuk melakukan program apa yang bisa tim lakukan.
Tim melakukan assesment awal di lokasi pengungsian yang berada di GOR Kabupatèn Brebes, namun banyak pengungsi yang sudah kembali ke rumahnya.




