Banjir besar yang melanda Kota Medan pada Kamis (27/11) akibat curah hujan ekstrem dan luapan Sungai Deli, Babura, serta Belawan menyebabkan aktivitas warga lumpuh dan memicu krisis air bersih. Menyikapi kondisi tersebut, Dompet Dhuafa melalui Cabang Waspada menyalurkan 10.000 liter air bersih bagi ratusan Kepala Keluarga yang terdampak, terutama di wilayah paling parah seperti Kelurahan Karang Berombak.

Bantuan air bersih didistribusikan ke empat titik utama yaitu RS Sufina Aziz, Masjid Nurul Islam, Masjid As-Syafi’iyyah, dan pemukiman warga di Jln. Karya Gg. Maruto, dengan total 228 KK penerima manfaat. Selain itu, Dompet Dhuafa Waspada juga membuka dua Pos Hangat dan menyalurkan 100 paket makanan siap saji untuk memenuhi kebutuhan dasar warga di Kelurahan Medan Barat.

Hingga Jumat (28/11), sebagian besar wilayah Medan dilaporkan mulai surut dan aliran listrik kembali pulih. Meski demikian, proses pemulihan serta distribusi logistik masih menjadi tantangan. Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Waspada, Sulaiman, menyampaikan bahwa tim respon kloter kedua telah diberangkatkan menuju Sibolga untuk membantu penanganan bencana di wilayah lain yang juga terdampak.

Secara keseluruhan, Sumatra Utara menghadapi bencana hidrometeorologi berskala luas. BPBD mencatat banjir dan longsor yang terjadi di 13 daerah telah menyebabkan 47 korban meninggal dunia dan lebih dari 3.000 jiwa mengungsi. Faktor infrastruktur seperti pendangkalan sungai, drainase buruk, dan alih fungsi lahan turut memperparah dampak bencana yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.





