
KUNJIR- Sudah sepekan sejak gelombang tsunami melanda daerah Lampung Selatan dan sekitarnya. Meski begitu, masih banyak warga yang belum berani keluar dari pengungsiannya di karenakan trauma yang mereka alami.
Sebagian warga hanya berani keluar dari pengungsian pada siang hari, dan kembali kepengungsian ketika malam tiba.
Sama halnya dengan warga Desa Kunjir, Lampung Selatan. Warga biasanya keluar dari pengungsian-pengungsian mereka yang berada di belakang perbukitan desa pada siang hari, untuk mengambil bantuan logistik, mendatangi pos sehat, ataupun hanya untuk membersihkan rumah-rumah mereka yang beruntuk masih bisa tegak meski telah diterjang tsunami.
Idrus (64), sudah 3 hari belakangan ini turun dari pengungsiannya untuk membersihkan sampah-sampah di sekitaran rumahnya yang dilanda tsunami. Namun, karena tidak higienisnya aktivitas yang ia lakukan dan tanpa menggunakan alas tangan, Idrus mengalami infeksi jamur yang cukup serius di sekujur tangannya.
“Tangan Pak Idrus ini terkena infeksi jamur yang lumayan serius, sebelumnya bahkan kerap mengeluarkan darah. Ini akibat tidak higenisnya aktivitas yang beliau lakukan,” Jelas dr. Khoirun Putra, relawan medis Pos Sehat Dompet Dhuafa Sumsel di Desa Kunjir, Sabtu (29/12).
Sebelumnya, pada dua hari yang lalu Idrus sudah berkunjung ke Pos Kesehatan Dompet Dhuafa di Kunjir untuk memeriksakan kondisi tangan dan kakinya. Namun dikarenakan obat (salap) yang diberikan sudah habis dan dirasa lebih baik, Idrus kembali datang untuk meminta tambahan obat.
“Sebelumnya tangan saya selalu gatal dan kadang kala mengeluarkan darah, tapi setelah diberi obat ini jauh lebih baik. Nanti saya ajak ibu-ibu kesini, banyak dari mereka yang seperti saya,” Ungkap Idrus.
Memang pada saat ini, salah satu fokus penanganan tim evakuasi adalah pembersihan puing dan sampah pada ruas jalan bibir pantai Way Muli hingga Kunjir. – Wilga/Dompet Dhuafa Sumsel



