Banyak yang Salah Kaprah, Ini Mitos dan Fakta Paru-Paru Basah

Ilustrasi. (Foto: iStockphoto)

JAKARTA – Paru-paru basah atau pneumonia adalah istilah yang umum digunakan untuk menggambarkan peradangan pada paru-paru yang mengakibatkan penumpukan cairan di alveoli. Penyakit ini dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, atau jamur, dan gejalanya meliputi demam, batuk, sesak napas, dan nyeri dada.

Dokter spesialis bedah toraks, kardiak, dan vaskular dari RSUP Fatmawati Jakarta, dr. Ermono Superaya Sp. BTKV, menyoroti beberapa mitos seputar pneumonia, termasuk mitos yang menghubungkan kebiasaan tidur di lantai dan penggunaan kipas angin menghadap badan dengan pneumonia.

Menurutnya, pneumonia dapat disebabkan oleh infeksi pada paru-paru atau penyakit jantung yang menyebabkan adanya cairan di paru-paru, bukan karena tidur di lantai.

“Tidur di lantai tidak menyebabkan paru-paru basah. Jadi, yang di cek jantung dan paru, tidur di lantai enggak ada masalah sebenarnya,” katanya di Jakarta, Kamis (17/4/2024).

Ermono juga menjelaskan bahwa penggunaan kipas angin yang menghadap langsung ke badan saat tidur bukanlah penyebab utama pneumonia.

Namun, infeksi dapat terjadi jika kipas angin tidak bersih dan berdebu. Debu yang terhirup selama tidur dengan kipas angin menyala dapat menyebabkan infeksi paru-paru dan pneumonia.

“Jadinya, paru-paru basah karena debunya mengendap di paru, di dalam tubuh sel darah putih akan melawan, jadinya infeksi meradang,” katanya.

Selain itu, Ermono menegaskan bahwa penyakit jantung atau infeksi juga bisa menyebabkan paru-paru terendam air terus-menerus.

Jika terjadi infeksi pada paru-paru, pasien disarankan untuk rutin memeriksakan diri dan melakukan pengeluaran cairan untuk memastikan tidak ada tumor atau kanker pada paru-paru.

“Kalau ada infeksi paru, kontrol ke dokter sampai dokter bilang enggak ada apa-apa. Setelah itu, bisa kontrol setahun sekali dan minum obat. Jangan dianggap remeh dan bosan bolak balik ke dokter,” tuturnya.

Ermono menyarankan pemeriksaan jantung dan paru-paru secara rutin untuk mendeteksi kemungkinan pneumonia atau infeksi lainnya.

Dia juga menekankan pentingnya berolahraga, menggunakan masker, serta menghindari paparan debu dan asap untuk mencegah penyakit paru-paru.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here