JAKARTA – Diabetes yang tidak terkontrol dapat menyebabkan berbagai gangguan penglihatan, termasuk katarak, glaukoma, bahkan kebutaan.
Dokter dari Rumah Sakit Mata Cicendo dr. Made Indra Widyanatha, menjelaskan bahwa gejala pada tahap awal mungkin tidak terlalu terasa, tetapi ketika gangguan semakin parah, penglihatan akan menjadi buram.
Untuk menghindari gangguan penglihatan ini, penting untuk mengontrol gula darah secara teratur agar diabetes tidak merusak mata. Made menekankan pentingnya diagnosis dini sehingga kondisi dapat dicegah atau ditangani lebih efektif.
“Kalau teman-teman tidak mengendalikan gula darahnya bertahun-tahun, misalnya, ‘saya males minum obat, males olahraga, tidak mau saya mengendalikan makannya’. Gula darah yang tidak terkontrol bertahun-tahun, retinanya juga bisa terjadi gangguan,” katanya.
Made menilai, apabila dibiarkan, dampak gangguan penglihatan akibat diabetes bisa parah. Sebagai contoh, katanya, katarak yang umumnya muncul pada usia 50-55 ternyata muncul lebih awal, atau kalaupun muncul pada rentang umur tersebut, kataraknya lebih tebal.
Made menambahkan, ada dua jenis diabetes, yaitu tipe 1 dan tipe 2. Penderita diabetes tipe 2 perlu memeriksakan mata mereka secara teratur setelah didiagnosis karena risiko gangguan penglihatan meningkat seiring waktu.
Dia menyebut bahwa terdapat sejumlah penanganan bagi pasien diabetes yang terkena gangguan penglihatan. Misalnya, untuk katarak, tidak berarti harus dioperasi.
Namun, perlu dievaluasi terlebih dahulu untuk penanganan, untuk mengetahui apabila penglihatannya dapat diperbaiki dengan kacamata yang tepat.
“Yang nomor dua, gangguan di retina. Nah, gangguan di retina ini cukup banyak penanganannya. Tapi, mau seperti apapun penanganannya, misalnya kita operasi, kita laser, kita berikan obat suntikan, itu tetap tidak akan sebaik mata yang tidak punya kencing manis,” katanya.
Made menegaskan bahwa mencegah lebih baik daripada mengobati. Apabila syaraf mata sudah terdampak, tidak akan dapat sembuh seperti sedia kala. Begitupun kalau sudah terkena glaukoma.





