JAKARTA, KBK – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) meresmikan Pusat Kajian Strategis BAZNAS di Jakarta, senin (08/08/16). Persemian tersebut dilakukan dalam Seminar Nasional “Peran Strategis Zakat dalam Cetak Biru Ekonomi Pembangunan Indonesia”. Acara tersebut dihadiri oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Bappenas Bambang Brojonegoro, Ketua Komisi VIII DPR RI Ali Taher dan Ketua BAZNAS Bambang Sudibyo.
Pusat Kajian Strategis ini memiliki fungsi strategis dalam kontribusinya terhadap pembangunan ekonomi Indonesia, antara lain melaksanakan riset dan kajian yang memperkuat pembangunan zakat nasional, penyusun indikator-indikator pengelolaan zakat nasional dan menerbitkan laporan singkat pengelolaan zakat dalam bentuk Berita Resmi Pengelolaan Zakat Nasional.
Pusat kajian ini juga mengembangkan Zakat Developer Index (ZDI) sebagai alat ukur pembangunan zakat. ZDI ini kemudian akan dipraktekan di daerah-daerah sebagai indikator kinerja BAZNAS daerah.
Direktur Pusat Kajian Strategis Dr Irfan Syauqi Beik mengatakan, ini merupakan terobosan BAZNAS dalam mengoptimalkan potensi zakat di Indonesia yang sangat besar yakni Rp 217 Triliun per tahun.
“Zakat sebagai salah satu komponen sistem ekonomi islam harus dapat dioptimalkan dengan melihat potensi yang begitu besar dari pengelolaan zakat, apabila kita mampu mengelola zakat dengan baik dan profesional hal tersebut juga berimplikasi terhadap pembangunan ekonomi Indonesia dan tujuan menyejahterakan rakyat akan tercapai,” katanya.





