spot_img

Beda Lafal Doa Buka Puasa yang Harus Muslim Tahu

JAKARTA – Salah satu praktik yang selalu diingat selama bulan suci Ramadan adalah doa sebelum berbuka puasa. Doa ini sudah dikenalkan kepada kita sejak masa kecil. Namun, seringkali kita menemui variasi dalam cara umat Islam membaca doa berbuka puasa.

Bagaimanakah doa berbuka puasa yang harus kita ketahui?

Berikut beberapa doa berbuka puasa yang kita kenal yang telah diajarkan oleh para ulama secara turun menurun:

  • Doa yang Diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim

Doa ini merupakan doa yang diucapkan oleh Rasulullah SAW seperti tertuang dalam hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim.

اَللّٰهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

“Allaahumma lakasumtu wabika aamantu wa’alaa rizqika afthortu birahmatika yaa arhamar-roohimiina.”

Artinya: “Ya Allah karena-Mu aku berpuasa, dengan-Mu aku beriman, kepada-Mu aku berserah dan dengan rezeki-Mu aku berbuka (puasa), dengan rahmat-Mu, Ya Allah yang Tuhan Maha Pengasih.”

  • Doa yang Diriwayatkan Abu Daud

Kemudian yang umum dibaca kedua berasal dari sahabat Mabi Muhammad, Abdullah bin ‘Umar yang juga diriwayatkan Abu Dawud sebagai berikut:

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ

“Dzahaba dzomau wabtallatil ‘uruuqu, wa tsabatal ajru Insyaa Allah.”

Artinya: “Telah hilang rasa haus, dan urat-urat telah basah serta pahala telah tetap, insya Allah.” (HR Abu Dawud)

Beberapa ulama di Indonesia lebih memilih doa ini sebagai doa yang lebih tepat untuk dipanjatkan saat berbuka puasa.

  • Doa yang Bersumber dari Anas bin Malik

Doa lainnya yang dapat dibaca bersumber dari sahabat Anas bin Malik yang diriwayatkan Ibnu Abi Syaibah dan Al-baihaqi sebagai berikut:

اللهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ فَتَقَبَّلْ مَنِّي إِنَّكَ أَنْتَ السَمِيْعُ الْعَلِيْمُ

“Allahumma laka shumtu wa ‘alaa rizqika aftortu fataqabbal minnii innaka antassamii’ul ‘aliiim.”

Artinya: “Duhai Allah, untuk-Mu puasaku dan atas rizki-Mu aku berbuka, maka terimalah dariku, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar dan Maha Mengetahui.” (HR Ibnu Abi Syaibah dan lainnya)

  • Gabungan Doa dalam Kitab Fath al-Mu’in Karya Zaynuddin al-Malibari

Ulama dari mazhab Syafi’i menggabungkan doa riwayat Imam Bukhari dan Muslim dengan doa riwayat Abu Dawud. Demikian disebutkan Sulaiman Bujairimi dalam Hasyiyatul Bujairimi berikut ini:

اللهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ

“Allahumma laka shumtu wa ‘ala rizqika aftharthu, zahabadh dhama’u wabtalatl-‘uruqu wa tsabata-l-ajru insya-Allah.”

Artinya: “Duhai Allah, untuk-Mu-lah aku berpuasa, atas rezekimulah aku berbuka. Telah hilang rasa haus, dan urat-urat telah basah serta pahala telah tetap, insyaallah.”

spot_img

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here


spot_img

Latest Articles