Belasan Warga Sukabumi Digigit Anjing Rabies

ilustrasi Anjing

SUKABUMI – Sekitar 12 warga di beberapa desa di Kecamatan Kampang Tengah seperti Desa Bantarpanjang, Desa Bojongjengkol, Desa Nanggerang, Desa Bojongtipar, dan Desa Panumbangan terkena gigitan anjing rabies, satu diantaranya meninggal dunia.

Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menyatakan, daerah itu berstatus kejadian luar biasa rabies. Ini bukan kali pertama Sukabumi diteror anjing rabies, setiap tahun selalu ada korban namun di tahun ini ada satu korban yang tidak dapat ditangani dan akhirnya meninggal dunia.

“Sebenarnya bukan tidak tertangani hanya telat saja, diduga warga telat memberikan pengobatan yang seharusnya jika terkena gigitan hewan rabies langsung melapor agar bisa mendapatkan vaksin hingga benar-benar sembuh,” kata Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Pernyataan Lingkangan (P2PL) Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi Harun Al Rasyid di Sukabumi, Jumat (29/4/2016), dikutip dari Antara.

“Dari informasi yang masuk, ada 12 orang yang digigit anjing rabies yang mengakibatkan satu orang di antaranya positif rabies,” sambungnya.

Menurut Harun, tanda-tanda orang yang tertular rabies adalah takut akan air dan cahaya yang juga dibarengi dengan demam tinggi serta linu. Untuk itu, pihaknya mengimbau kepada warga yang di daerahnya banyak hewan seperti anjing, kucing dan monyet berkeliaran untuk segera melapor.

Antara juga melaporkan bahwa Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Disnak Kabupaten Sukabumi, Winda Sri Rahayu mengatakan dengan adanya laporan tentang gigitan anjing rabies, petugasnya sudah berhasil menangkap anjing tersebut.

“Dari hasil pemeriksaan anjing itu positif rabies dan sudah kami musnahkan,” katanya.”Dalam penanganan kasus rabies ini, kami juga melibatkan dinas peternakan karena kami hanya menangani orangnya dan disnak hewannya,” katanya.

Advertisement