JAKARTA, KBKNEWS.id – Kesulitan akses air bersih masih dirasakan warga terdampak banjir di Kota Medan pasca-luapan tiga sungai besar pada Kamis (27/11).
Untuk menjawab kebutuhan mendesak itu, Dompet Dhuafa Waspada menyalurkan 10.000 liter air bersih bagi ratusan keluarga di sejumlah lokasi terparah.
Banjir yang dipicu hujan ekstrem serta luapan Sungai Deli, Babura, dan Belawan ini sempat merendam permukiman hingga setinggi dada orang dewasa, terutama di Kelurahan Karang Berombak. Aktivitas warga lumpuh, sementara pasokan air bersih ikut terputus.
Distribusi bantuan difokuskan ke empat titik: RS Sufina Aziz, Masjid Nurul Islam, Masjid As-Syafi’iyyah, serta permukiman warga di Jalan Karya Gang Maruto, Medan Barat, dengan total penerima 228 KK. Selain itu, dua Pos Hangat didirikan di Jalan Karya dan Masjid Nurul Islam, disertai pembagian 100 paket makanan siap saji.
Meski sebagian wilayah Medan mulai surut pada Jumat (28/11), pemulihan belum rampung. “Air sudah mulai turun, tetapi distribusi bantuan dan kebutuhan warga masih kami kejar. Sore ini tim kloter kedua bergerak ke Sibolga,” ujar Sulaiman, Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Waspada.
Banjir di Medan disebut diperparah oleh pendangkalan sungai, sistem drainase yang tidak memadai, serta alih fungsi lahan. Secara keseluruhan, bencana hidrometeorologi di Sumatra Utara dalam beberapa hari terakhir berdampak luas. BPBD Sumut melaporkan 123 korban, termasuk 47 orang meninggal dunia, serta ribuan warga mengungsi di empat kabupaten.
Masyarakat diimbau tetap waspada mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi, terutama di kawasan dekat Daerah Aliran Sungai (DAS).




