Bersiap Menuju Endemi

Pemerintah sedang menyiapkan fase pandemi Covid-19 menuju endemi. Yang penting prokes dan pola hidup sehat harus dilakukan demi mencegah kemungkinan lonjakan lagi sehingga balika ke pandemi.

KEWASPADAAN harus  tetap dijaga di tengah persiapan pemerintah menuju status endemi dari pandemi global Covid-19 sejak medio Desember 2019 mengingat situasi terburuk bisa saja terjadi lagi.

Dari hasil jajak pendapat yang digelar Harian Kompas 24 – 29 Mei lalu melibatkan 1.004 responden berusia minimal 17 tahun di 34 provinsi, 66,8 persen mengapresiasi langkah pemerintah.

Terkait kebijakan pemerintah untuk tidak mewajibkan masker di ruang terbuka, 17,8 persen responden angat setuju, 59 persen setuju (jadi total yang setuju 66,8 persen), 20,5 persen kurang setuju dan 2,6 persen sangat tidak setuju.

Sedangkan mengenai rencana pemerintah mengubah status Covid-19 dari pandemi ke endemi dalam waktu dekat ini, 8,9 persen sangat setuju dan 60,6 persen setuju, sedangkan yang sangat tidak setuju 3,9 persen dan yang kurang setuju 22,6 persen).

Sebanyak 63,5 persen responden yakin dan 7,6 persen sangat yakin atas kemampuan pemerintah menangani Covid-19 jika terjadi perburukan situasi dalam waktu dekat ini dan 24,8 persen kurang yakin dan 2,2 persen sangat tidak yakin.

Tentang kesediaan publik untuk kembali mengenakan masker jika situasi Covid-19 memburuk, 89,6 persen responden menyatakan bersedia, 8,9 persen tidak bersedia dan 1,5 persen tidak tahu.

Pelonggaran aturan pengenaan masker di ruang terbuka menjadi langkah aal persiapan pemerintah untuk mengubah status Covid-19 dari pandemi menuju endemi.

Namun tentu saja langkah pemerintah menetapkan status endemi dapat dilakukan dengan gegabah, mengingat di negara Singapura misalnya, terjadi lagi lonjakan paparan virus varian Omicron BA4 dan BA5 pada pekan ini sehingga diperkirakan puncaknya akan terjadi pada Juli atau Agustus mendatang.

Di Indonesia sendiri, kasus penyebaran harian sejak sejak 7 Juni lalu, sampai 12 Juni terus merambat menjadi dari rata-rata antara 520 kasus (tertinggi 627 kasus pada 10 Juni) dan sebelumnya (1 sampai 7 Juni) antara 304 kasus dan 340 kasus.

Covid-19 belum usai, lonjakan pemaparan masih bisa terjadi. Tetap waspada, patuhi prokes! (Kompas/ns)

 

 

 

 

Advertisement