
HUJAN dengan intensitas tinggi di sebagian wilayah Indonesia termasuk Pulau Jawa akibat fenomena La Nina diperkirakan akan berlanjut paling tidak sampai awal Juli.
Mengacu pada prakiraan Organisas Meterologi Dunia (WMO) , Deputi Badan Klimatologi BMKG Urip Haryoko (12/6) mengemukakan, pihaknya saat ini sedang mengevaluasi hasil prakiraan awal musim yang dirilis per Maret 2022.
Analisa terbaru BMKG hingga dasarian III Mei 2022 ada 32 zona musim atau 21 persen wilayah di P Jawa yang sudah memasuki musim kemarau.
Padahal berdasarkan prakiraan musim kemarau yang dirilis pada Maret lalu, akan ada 58 zona musim di P Jawa yang akan memasuki musim kemarau pada Maret-April. Dari jumlah tersebut, 22 zona musim sudah masuk musim kemarau namun kemarau di 36 zona lain mundur.
Dinamika perubahan cuaca di Indonesia, menurut WMO,  akan dipengaruhi keberadaan La Nina yang masih berlanjut. “Peristiwa La Nina berkepanjangan yang telah mempengaruhi suhu dan pola curah hujan serta memperburuk kekeringan dan banjir di berbagai belahan dunia akan berlanjut paling tidak sampai awal Agustus, “ tutur Urip.
Sementara hasil pemantauan dinamika atmosfir oleh BMKG aal Juni 2022 menunjukkan, La Nina masih bertahan dan berlanjut meski trennya mulai menurun dan moderat menuju La Nina lemah.
Menurut Urip, hasil analisis peta angin menunjukkan, pada awal Juni 2022 tidak terdapat penguatan angin timur di Samudera Pasifik di wilayah tropis bagian tengah yang umumnya menandakan La Nina telah meningkatkan sirkulasi atmosfir.
Hal itu berbeda dengan kondisi pada Mei 2022 yang menunjukkan anomali angin timur kuat di Samudra Pasifik.
Dari analisis kandungan air pada profil vertikal juga tidak ada perjalanan uap air yang masif dari arah Samudra Pasifik seperti yang terjadi pada Mei lalu.
Hal itu, menurut Urip, kontribusi La Nina dalam meningkatkan curah hujan pada awal Juni relatif kecil dibandingkan bulan sebelumnya, jadi selain La Nina, peningkatan curah hujan kemungkinan akibat permukaan air laut di Indonesia yang lebih hangat.
“Jadi waspada, kemungkinan hujan akan terus turun sampai awal Juli nanti, “ kata Urip mengingatkan (Kompas/ns).




