
JABATAN penting putera mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) selaku menteri pertahanan dan deputi perdana menteri belum tergoyahkan setelah Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud merombak kabinet Kamis lalu (27/12).
Isu tentang penggusuran MBS terkait dugaan keterlibatannya dalam peristiwa pembantaian wartawan senior the Washington Post, Jamal Kashoggi 2 Oktober lalu ternyata tidak terbukti walau sejumlah orang dekatnya ikut dilengserkan.
Sebelumnya Badan Intelijen AS CIA dan Kongres negara itu, berdasarkan bukti-bukti yang mereka kumpulkan, menuding MBS ikut bertanggungjawab atas kematian Khashoggi di gedung Konsulat Saudi di Istanbul, Turki untuk mengurus surat pernikahannya dengan perempuan Turki bernama Hatice Chengiz.
Khashoggi tidak pernah keluar gedung tersebut, dan berdasarkan sejumlah barang bukti termasuk jam pintar (smart watch) korban yang dititipkan pada pacarnya yang menunggu di luar gedung, rekaman CCTV dan pembicaraan pihak-pihak terkait, Khashoggi dimutilasi oleh belasan tim algojo yang sengaja didatangkan dari Riyadh.
Khashoggi yang kritis terhadap kalangan istana Saudi itu diduga dibunuh, kemudian jenasahnya dimutilasi dan dilumatkan dengan larutan kimia yang juga ditemukan oleh penyidik Turki, kemudian sisa-sisa potongan tubuhnya dibuang di suatu tempat.
Sejumlah tim diduga algojo peristiwa tersebut yang merupakan petugas dinas rahasia Saudi yang juga dikenal sebagai orang-orang dekat MBS telah dipecat.
Dalam “reshuffle” kabinet, sejumlah tokoh yang dekat dengan MBS seperti Menlu Adel al-Jubeir dilengserkan, diganti oleh Ibrahim a- Assaf yang sebelumnya menjabat menteri keuangan, sementara status deplu diturunkan menjadi kementerian negara urusan luar negeri.
Penunjukan al-Assaf yang berlatar belakang pendidikan keuangan sebagai menteri negara urusan LN diperkirakan sebagai upaya menyelamatkan program ekonomi Visi Arab Saudi 2030 akibat pengunduran sejumlah investor pasca terbunuhnya Khashoggi.
Al-Assaf sendiri sebelumnya ditangkap atas perintah Raja Salman bersama dengan puluhan pangeran lainnya pada November 2017 dengan tuduhan korupsi.
Loyalis lain MBS yang tergusur adalah Kepala Garda Nasional Pangeran Khaled bin Abdulazis bin Ayyaf yang digantikan oleh Pangeran Abdullah bin Bandar bin Abdulaziz. Kepala garda nasional adalah jabatan startegis dalam penanganan keamanan negara dan keluarga besar dinasti al-Saud.
Raja Salman juga melengserkan dua pejabat tinggi loyalis MBS yakni Kepala Komisi Olahraga Turki al-Shekh menjadi kepala otoritas hiburan, setelah sebelumnya pada 20 Oktober lalu memecat dua loyalis MBS lainnya yakni Wakil Kepala Intelijen Ahmed al-Asiri dan Penasehat Urusan Politik MBS Saud al-Qahtani.
Sejauh ini posisi MBS masih aman, entah ke depannya, jika desakan komunitas internasional semakin kencang dan bukti-bukti keterlibtannya dalam pembunuhan Khashoggi terkuak. (AFP/Reuters/ns)




