JAKARTA – Allah menciptakan umat-Nya dengan berbagai ketentuan dan takdir, terutama dalam hal rezeki. Oleh karena itu, kita tidak perlu cemas, yang penting adalah berusaha mendapatkan rezeki dengan cara yang baik.
Setiap makhluk hidup di Bumi telah dijamin rezekinya oleh Allah. Mereka diberi naluri dan kemampuan untuk mencari rezeki sesuai dengan fitrahnya. Maka, ketika berhasil meraihnya, jangan lupa berinfak. Agar lebih semangat dalam berbagi, ini dalil-dalil tentang infak yang perlu kamu ketahui menurut Al-Qur’an dan hadis.
Surah Al-Baqarah Ayat 261:
Artinya: “Perumpamaan bagi orang-orang yang telah menginfakkan sebagian dari hartanya di jalan Allah merupakan seperti orang-orang yang menabur sebutir biji benih yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkainya terdapat seratus biji. Dan Allah akan melipatgandakan (pahala) bagi siapa yang Dia hendaki. Allah Mahaluas lagi Maha Mengetahui.”
Surah Al-Baqarah Ayat 265-266
Artinya: “Perumpamaan seseorang yang telah menginfakkan harta mereka dalam mencari rida Allah dan memperteguh jiwa mereka seperti buah kebun di dataran tinggi yang disiram oleh hujan yang lebat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, hujan gerimis (pun memadai). Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.
Apakah salah seorang di antara kamu ingin memiliki kebun kurma dan anggur yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, di sana dia memiliki segala macam buah-buahan. Kemudian, datanglah masa tua, sedangkan dia memiliki keturunan yang masih kecil-kecil lalu kebun itu ditiup angin kencang yang mengandung api sehingga terbakar.n demikianlah Allah menerapkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu memikirkannya-Nya.”
Hadis Riwayat Muslim dari Abu Umamah
Artinya: “Syaddad menceritakan kepada kami, ia berkata: Aku mendengar Abu Umamah ra berkata: Rasulullah SAW bersabda: Wahai anak Adam, sesungguhnya jika kamu memberikan kelebihan hartamu, maka itu sangat baik bagimu. Jika menahannya (tidak memberikannya), itu sangat jelek bagimu. Kamu tidaklah dicela karena kesederhanaanmu. Dahulukan orang yang menjadi tanggunganmu. Sebab tangan yang di atas (orang yang memberi) lebih baik daripada tangan yang di bawah (orang yang meminta).” (HR Muslim)





