Biasa Makan Nasi dan Kuah, Nenek Sehe Bahagia jadi Penerima Manfaat Tebar Hewan Kurban

HALMAHERA – Nenek Sehe (80), salah satu warga suku Tobelo, asal desa Tafasoho, Malifut Utara, Halmahera, menjadi salah satu perempuan tangguh yang masih bekerja sebagai pencari kerang di hutan bakau yang terletak sangat jauh dari rumahnya.

Meski pekerjaan itu menjadi satu-satunya sumber penghasilan baginya, namun Nenek Sehe tak dapat melakukannya setiap hari. Sebab, ia harus merawat suaminya yang tengah sakit selama 10 tahun terakhir ini.

Sedangkan penghasilan yang ia peroleh dalam sekali bekerja tak lebih dari Rp15 ribu. Sudah sebulan ini, ia dan suami tak mengonsumsi nasi. Ubi dan pisang menjadi andalan Nenek Sehe untuk mengganjal rasa lapar.

Pun begitu ketika tim Dompet Dhuafa mengunjungi kediamannya sekaligus membawakannya beras, yang langsung dimasaknya. Nenek Sehe memakan nasi tersebut hanya dengan berkuahkan air.

“Hidup sendirilah, siapa yang mau lihat torang (kita), sudah sebulan tak makan nasi. Rasanya air mata bajalan tarus (berjalan terus). Torang harus siap. Tahun lalu dapat (daging kurban), setengah bagian torang masak dan setengah lagi torang jual untuk beli minyak tanah dan bumbu masaknya,” ucapnya sambil tersenyum.

Diketahui, Nenek Sehe merupakan penerima manfaat daging kurban dari Program Tebar Hewan Kurban (THK) 1440 H lalu. Daging kurban tersebut didistribusikan melalui sentra peternakan Dompet Dhuafa yang terletak di Kecamatan Jailolo Selatan, Halmahera, Maluku Utara.

Meski makan daging hanya dapat ia rasakan sesekali dalam hidupnya, alhamdulillah berkat amanah Sahabat donatur, Nenek Sehe tak hanya menyantap nasi berkuahkan air putih, tapi juga dapat merasakan makan daging di Hari Raya Kurban.

Menjelang Idul Adha tahun 2024, Dompet Dhuafa mengajak sahabat untuk menyalurkan kurban melalui Dompet Dhuafa, karena bersama Dompet Dhuafa, kurban mendekatkan, kurbanmu tersampaikan hingga pelosok negeri.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here