BMKG: Risiko Hujan Ekstrem Meningkat 14–20 November Akibat Sirkulasi Siklonik

Ilustrasi. (Foto: Ist)

JAKARTA, KBKNEWS.id – BMKG mencatat hujan lebat hingga sangat lebat dalam tiga hari terakhir di sejumlah wilayah Indonesia.

Curah hujan tertinggi terukur di Majalengka (128,3 mm/hari) dan Cirebon (123,5 mm/hari). Hujan intens juga terjadi di Tangerang Selatan, Banten (99,3 mm/hari), Balikpapan, Kalimantan Timur (83,4 mm/hari), Nabire, Papua Tengah (78,5 mm/hari), Pangkal Pinang, Bangka Belitung (75,2 mm/hari), serta Yogyakarta (63,6 mm/hari).

Tingginya curah hujan ini merupakan hasil kombinasi faktor dinamika atmosfer berskala global, regional, dan lokal.

Dalam sepekan ke depan, BMKG memprakirakan sejumlah sistem cuaca utama masih akan memengaruhi wilayah Indonesia. Keberadaan sirkulasi siklonik di Samudera Hindia barat daya Sumatera, selatan Jawa Timur hingga Bali, serta di perairan tenggara Filipina, diperkirakan tetap persisten. Kondisi ini mendukung pembentukan awan konvektif dan meningkatkan potensi hujan di wilayah terkait.

Selain itu, aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang Rossby Equatorial, dan gelombang Kelvin yang tengah aktif di sebagian besar Sumatera, Jawa, Bali, NTB, NTT, Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku, turut memperkuat potensi cuaca aktif. Dorongan massa udara kering dari utara dan selatan, ditambah kelembapan yang tinggi serta atmosfer yang labil, semakin meningkatkan risiko terjadinya cuaca ekstrem.

BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti genangan, banjir, dan tanah longsor yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari maupun transportasi.

Upaya mitigasi seperti menjaga kebersihan lingkungan, memastikan saluran drainase berfungsi dengan baik, serta memantau informasi cuaca resmi secara berkala sangat dianjurkan.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here