BNPB Tegaskan Tidak Ada Korban Jiwa Gempa Cianjur yang Tak Terdata

Korban Gempa Cianjur mendapat penanganan di RSUD/ foto: Detikcom

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan bahwa tidak ada korban jiwa dari kejadian gempa Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, yang tidak terdata.

Pelaksana tugas Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menanggapi pertanyaan Bupati Cianjur Herman Suherman yang menyatakan ada 600 korban meninggal dunia, karena sebagian besar tidak terdata.

“Dalam konteks korban bencana, nggak ada yang namanya korban tidak terdata. Kalau korban tidak terdata, lalu siapa korbannya? Itu nggak ada itu,” ujar Abdul, dilansir dari Antara, Selasa (13/12/2022).

Abdul menjelaskan bahwa terdapat tiga kriteria korban bencana, yakni korban tewas, korban luka, korban hilang. Pada korban hilang, bukan berarti hilang dan tidak ada datanya.

“Kita tahu siapa yang hilang ini, keluarga siapa, hilangnya di mana, kemudian KK, kartu keluarga, dukcapilnya bagaimana. Nah, karena ada identitas ini, itu masuk dalam daftar pencarian dari Basarnas, yang delapan (orang hilang) ini,” kata Abdul.

Dia menambahkan, sebanyak 335 orang korban meninggal dunia dalam kejadian gempa Cianjur telah ada jasadnya, juga ada yang sudah dikubur oleh keluarga dengan ada surat keterangan kematiannya.

Menurutnya, korban bencana meninggal adalah korban yang sudah teridentifikasi secara DVI, forensik, maupun melalui surat keterangan kematian oleh keluarga yang diurus ke fasilitas kesehatan setempat atau kantor desa setempat.

Sehingga, jika sudah ada surat kematiannya, nanti data dukcapilnya pun bisa dimutakhirkan.

“Kalau tidak ada surat keterangan kematian, kan, enggak bisa di data dukcapilnya. Nanti orang yang sudah meninggal tetap dianggap hidup, kalau tidak ada surat keterangan kematian,” ujar dia.

Abdul kembali menegaskan dasar resmi data untuk penanggulangan bencana itu data BNPB.

“Jadi, kalau bupati bilang korban tidak terdata selama itu tidak terdaftar, belum bisa disebut korban. Wong datanya aja nggak ada, gimana disebut korban,” ujar Abdul.

Advertisement