JAKARTA – Menurunnya intensitas orang keluar rumah selama wabah COVID-19 berdampak pada transportasi publik juga aktivitas jual-beli pada pertokoan dan pedagang kaki lima.
Pak Man, seorang pedagang camilan gorengan dan minuman es kelapa di area Stasiun MRT Blok M mengakui pembeli berkurang, bahkan es kelapa tidak ia sediakan.
“Sepi, Mas. Saya dagang gorengan dari 1996, walau ‘naik-turun’ tapi baru kali ini ada Corona dan pemasukan drastis perbedaanya. Pegawai Mall dan kantor mungkin libur, pengguna stasiun MRT juga berkurang, jadi pembeli sedikit, sejak kabar Corona ini. Tidak tahu sampai kapan, semoga cepat hilang,” aku Maman.
Meski begitu, Pak Man tetap mensyukuri. Bahwa sedikitnya masih ada langganan setia yang membeli dagangannya. Terlebih, hari itu di Stasiun MRT Blok M, DMC (Disaster Management Centre) baru saja menghadirkan satu unit Disinfection (Body) Chamber untuk upaya sterilisasi diri pada pencegahan virus Corona.
Pak Man pun penasaran dan mencoba masuk dan menggunakan Body Chamber tersebut.
“Walau terlihat sederhana, saya yakin alat ini (Body Chamber) akan sangat bermanfaat di area sini. Paling tidak, kita ini merasa lega, meminimalisir rasa khawatir pada Corona yang seakan mengancam manusia,” ungkapnya, dilaporkan Dhika Prabowo.
Body Chamber yang terpasang tepat di samping pintu Stasiun MRT Blok M, berada dekat dengan lapak Pak Man. Ia mengaku, alat tersebut turut memberikan rasa lega, bisa mudah men-steril-kan diri, juga berharap meredakan situasi masyarakat yang melintas di area tersebut.
Sehingga dia berharap pembelinya kembali dan turut memulihkan pemasukannya.




