Cara Sehat Kelola Rasa Kecewa agar Tetap Bahagia

Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA, KBKNews.id – Setiap orang pasti pernah merasakan kecewa, terutama ketika harapan tidak berjalan sesuai kenyataan. Perasaan ini bisa memengaruhi suasana hati dan kesehatan mental jika tidak dikelola dengan baik.

Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara menghadapi rasa kecewa agar bisa tetap berpikir positif dan menjalani hidup dengan lebih bahagia.

Menurut Phoebe Ramadina, psikolog klinis lulusan Universitas Indonesia, kecewa adalah reaksi alami saat kenyataan tidak sesuai dengan keinginan. Misalnya, saat seseorang merasa tertinggal karena teman-temannya terlihat lebih sukses.

“Hal pertama yang penting dilakukan adalah mengakui perasaan yang muncul. Dengan memberi ruang pada emosi, baik yang nyaman maupun tidak nyaman, kita akan lebih mudah menerima kenyataan dan tidak tenggelam dalam penyangkalan,” kata Phoebe, dilansir dari Antara.

Ia juga mengingatkan agar tidak terjebak dalam kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain secara tidak sehat. Kita seringkali hanya melihat hasil akhir orang lain tanpa mengetahui proses panjang yang mereka lalui.

Oleh karena itu, lebih baik fokus pada perkembangan diri sendiri dan langkah-langkah kecil yang bisa membawa kita lebih dekat ke tujuan pribadi.

Contohnya, jika seseorang terpaksa menunda kuliah karena kendala tertentu, Phoebe menyarankan untuk kembali meninjau tujuan hidup

“Tanyakan pada diri sendiri ‘Apa langkah kecil yang dapat saya ambil saat ini untuk mendekatkan diri pada tujuan?’,” ujarnya.

Fokuslah pada hal-hal yang masih bisa dikendalikan, seperti kegiatan produktif dalam waktu dekat, mengikuti kelas informal, atau melakukan aktivitas yang memperluas jaringan sosial.

Membangun hubungan dengan lingkungan yang mendukung juga penting untuk menjaga kestabilan emosi dan mendapatkan dukungan sosial yang cukup.

Phoebe menekankan bahwa kegagalan bukan akhir dari segalanya, melainkan peluang untuk belajar dan tumbuh.

“Penting bagi kita untuk mengingat bahwa kegagalan dapat menjadi sarana untuk belajar dan mengembangkan diri. Selain itu, jalan untuk mencapai tujuan kita bisa ditempuh melalui berbagai cara,” kata dia.

Terakhir, ia menyarankan agar seseorang memberi waktu pada diri sendiri untuk merenung dan mengevaluasi kegagalan, lalu mulai menyusun strategi untuk bangkit kembali.

Namun, jika perasaan kecewa terasa semakin berat dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, Phoebe menganjurkan untuk segera mencari bantuan dari profesional, seperti psikolog.

Pendampingan psikologis dapat membantu seseorang mengelola emosinya, menyusun rencana masa depan, dan menjaga kesehatan mental secara keseluruhan.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here