JAKARTA (KBK) – Stunting pada balita kian mengkhawatirkan. Bila berkaca dari KLB Asmat pada 2018 silam bukan tak mungkin kejadian serupa dapat terulang. Untuk itu Dompet Dhuafa bersama gerakan kesehatan yang bertumpu pada pilar pelayanan kesehatan yang berkualitas melakukan pendampingan terhadap akses jaminan kesehatan nasional dan pemberdayaan kesehatan masyarakat dengan upaya aktivitas UKBM berbasis Pos Sehat.
Menurut GM Kesehatan Dompet Dhuafa dr Yeni Purnamasari pendampingan gizi di Asmat lantas di implementasikan ke dalam program JKIA (Jaringan Kesehatan ibu dan Anak) dan SNGI (Saving Next Generation Institute) berbasis pemberdayaan kader dan komunitas masyarakat untuk melakukan upaya pencegahan kematian ibu dan anak.
Dompet Dhuafa juga lakukan pendampingan tumbuh kembang bayi balita serta upaya lain dalam mendukung tercapainya goal SDGs no 2 dan 3 terkait Nol kelaparan dan hidup sehat sejahtera.
Pada pelaksanaan programnya telah bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan,
Dinas Kesehatan, Puskesmas wilayah program dan seluruh stakeholder di wilayah
tersebut, termasuk PKK organisasi masyarakat, mitra perusahaan, NGO atau LSM dan pemerintah daerah sampai Desa Diperlukan upaya kolaborasi multistakeholder
dan kesinambungan program untuk mendukung tercapainya program pemerintah
dalam penguatan RPJMN 2020 – 2024.





