JAKARTA – Dompet Dhuafa Kaltim bersama Corps Dai Dompet Dhuafa (Cordofa) kembali mengirimkan Dai di masa new normal Pandemi Covid-19.
Sempat mengalami vacum selama 6 bulan karena harus mematuhi kebijakan pemerintah, kini Dompet Dhuafa Kaltim bersama Cordofa mengirim kembali dai terbaik yang sudah melewati masa inkubasi (pendidikan) kurang lebih 3 bulan dalam program Sekolah Dai Pemberdaya yang dilaksanakan di Kampung Prigi, Kecamatan Sawangan, Depok, Jawa Barat, hal tersebut dikatakan Hilmi sebagai penanggungjawab Program Dompet Dhuaga Kaltim
“Pada tahap implementasinya dai yang bertugas tetap mengutamakan protokol kesehatan yang berlaku dalam upaya syiar dakwahnya,” ujarnya.
Adapun target lokasi penugasan kali ini yaitu di Melak, Kutai Barat, Kalimantan Timur. Lokasi tersebut merupakan bagian dari mitra binaan Dompet Dhuafa Kaltim yang selama ini secara intens dilakukan pendampingan program.
Sedangkan misi penugasan Da’i kali ini tidak hanya sekedar memberikan bimbingan dari sisi spiritualitas masyarakat yang kurang dari sentuhan keagamaan, namun lebih dari itu yaitu bagaimana menciptakan ekosistem masyarakat muslim wilayah 3T yang islami dan mampu berdaya berdasarkan kearifan lokal (local wisdom).
Hal senada juga disampaikan oleh Dai Pemberdaya, “Saya berharap dengan penugasan ini dapat membawa estafet perubahan masyarakat dalam pemahaman agama yang lebih baik, meningkatkan ekonomi masyarakat, dan dapat membuka akses pendidikan anak-anak pedalaman, sehingga menjadi insan terbaik,” ujar Ustaz Tomi.
Kami sadar bahwa pendidikan keagamaan menjadi bagian terpenting dalam kehidupan masyarakat apalagi ketika sumber daya yang ada di lokasi penugasan dapat di optimalisasi dengan baik oleh para Dai Pemberdaya, maka menjadi nilai tersendiri, dan tugas ini menjadi suatu kewajiban bagi kami sebaga lembaga filantropi.





