
ALIH-alih bisa dikendalikan, korban terpapar virus SARS CoV-2 penyebab Covid-19 terus berjatuhan dan jumlah rata-rata pertambahan kasus harian nyaris terus memecahkan rekor dari hari ke hari
Di wilayah DKI Jakarta, pertambahan korban baru yang terpapar Covid-19, Kamis (3/9) sebanyak 1.359 kasus menjadi 43.400 kasus atau tertinggi sejak virus maut tersebut terdeteksi enam bulan lalu. Jumlah yang meninggal 1.246 orang dan yang sembuh 32.441 orang.
Tidak hanya di DKI Jakarta, penyebaran Covid-19 di wilayah penyangga: Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Bodetabek) juga terus melonjak seiring dengan meningkatnya mobilitas warga dan semakin longgarnya kepatuhan mereka pada protokol kesehatan.
Kebijakan Pemda DKI Jakarta, misalnya pemberlakuan ganjil-genap nomor kendaraan membuat sebagian warga harus berdesakan di kendaraan umum dan wacana penggunaan trotoar bagi pedagang K-5 dan pembukaan bioskop dikhawatirkan akan meningkatkan lagi korban terpapar Covid-19.
Di wilayah Kota Depok, seluruhnya ada 47 kelurahan yang masuk kategori zona merah di Kecamatan Cimanggis, Limo, Pancoran Mas dan Cilodong dan hingga Rabu (2/9) tercatat 2.293 kasus positif korban terpapar Covid-19, sebanyak 79 orang meninggal dan 1.583 pasien dinyatakan sembuh.
Sedangkan di Kab. Bekasi terjadi lonjakan jumlah korban positif terpapar Covid-19 sebanyak 560 kasus, sehingga akumulatif menjadi 1.234 kasus, 414 diantaranya berasal dari kontribusi sejumlah perusahaan yang melaksanakan rapid atau swab tes terhadap para karyawannya.
Lonjakan jumlah pasien Covid-19 juga membuat ketersediaan tempat tidur di rumah-rumah sakit rujukan semakin menipis, misalnya di RSUD Bekasi hanya tersisa untuk 19 pasien, sementara tingkat okupansi di rumah-rumah sakit lainnya ada yang sampai 90 persen.
Sedangkan di kabupaten dan kota Tangerang, tercatat 2.844 kasus korban terpapar Covid-19 , 137 meningal dan 556 orang masih dirawat, sebanyak 82 RW masuk zona kuning dengan penularan rendah, 28 berada di zona hijau dan 311 di zona merah.
Pemberlakuan Jam Malam
Baik Pemkot Tangerang maupun Tangerang Selatan saat ini sedang mempertimbangkan untuk mengikuti jejak Pemkot Depok dan Kota Bogor untuk mewajibkan penutupan tempat usaha mulai pukul 18.00 dan aktivitas di luar rumah maksimal hingga pukul 19.00.
Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar mengemukakan, pihaknya sedang mengkaji penerapan jam malam, pembentukan posko-posko di tingkat RW untuk melakukan pengecekan program pembatasan sosial.
Penyebaran Covid-19 belum terkendali, sementara ancaman baru dikhawatirkan muncul akibat mutasi virus SARS-CoV2 walau sejauh ini belum terbukti virus tersebur lebih ganas dan lebih cepat menyebar.
Menristek/Kepala Badan Riset dn Inovasi Nasional Bambang S Brojonegoro mengungkapkan, sejauh ini sudah terdeteksi 24 galur (strain) virus, sembilan diantaranya mutasi virus kelompok D614G.
Dari mutasi virus D614 tersebut, dua galur ditemukan di Surabaya, tiga di Yogyakarta, dua di Tangerang dan Jakarta serta dua di Bandung.
Di level nasional, kasus korban positif terpapar Covid-19 juga mencapai rekor lagi, Kamis (3/9) dengan pertambahan 3.662 kasus baru menjadi 184.268 kasus, sementara jumlah yang meninggal 7.750 orang atau bertambah 134 orang dan yang sembuh menjadi 132.055 orang, bertambah 2.084 orang.
Selain mengancam keselamatan hingga berujung kematian, Covid-19 juga membawa perekonomian menuju resesi, karena pada kuartal dua mengalami pertumbuhan minus 5,32 persen, sedangkan pada kuartal ketiga diprediksi mengalami kontraksi lagi minus satu persen. Pada quartal pertama 2020, pertumbuhan ekonomi masih positif yakni 2,79 persen.
Pola yang lebih efektif termasuk pengawasan dan sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan perlu dipetegas, sementara kesadaran warga untuk mematuhi protokol kesehatan juga harus terus ditingkatkan.




