Cuaca Panas Berdampak pada Tubuh

Udara panas menyengat sejumlah negara di Asia seperti India, China Laos, Thailand dan Filipina. di Indonesia udara panas kemungkinan sampai akhir Oktober 2023. Antisipasi dengan berbagai upaya untuk mengurangi dampaknya bagi kesehatan manusia.

WALAU  suhu panas menyengat terjadi di sebagian wilayah Indonesia tidak separah gelombang panas yang menerpa sejumlah negara Asia, harus tetap diantisipasi dampak buruknya bagi kesehatan.

Perhatian perlu ditekankan pada arus balik pemudik terutama yang berkendara kendaraan beroda dua dalam jarak jauh, karena bisa menimbulkan dehidrasi, lemas, bahkan berujung kematian.

Untuk itu, bagi pemudik terutama yang membawa anak,  disarankan untuk berkendara pada malam atau pagi hari guna menghindari terik sengatan sinar matahari.

Jika terpaksa harus berkendara siang hari, diminta untuk sering beristirahat, meneduh, juga lebih sering minum air untuk menghindari dehidrasi yang bisa memicu kecelakaan.

Dosen Fakultas Kedokteran UI, Trevino Pakasi mengingatkan, saat kondisi panas, tubuh mengeluarkan suhu panas melalui keringat, sehingga tubuh kehilangan  elektrolit cairan yang bisa diganti dengan mengosumsi air untuk menghindari dehidrasi.

Dehidrasi, menurut dia tidak bisa dianggap remeh, karena jika tidak segera diatasi, berdampak buruk, sedangkan tanda-tandanya a.l bibir kering, rasa haus, pusing dan tubuh lemas, bahkan tekanan darah bisa anjlok sehingga kehilangan kesadaran.

Selain melindungi tubuh dari paparan Ultra Violet, menjaga kelembaban tubuh serta sengatan langsung sinar matahari, khususnya pengendara dalam jarak jauh, juga diminta mengosumsi buah-buahan selain minum air.

Suhu tinggi di Indonesia sampai 37 derajat Celsius diperkirakan akan terjadi sampai akhir kemarau, Oktober nanti akibat tiupan angin monsun dari Australia yang menyapu tutupan awan sehingga sinar matahari langsung menghunjam permukaan daratan, gerak semu matahari dan intensitas maksimum radiasi matahari.

Panas ekstrim di atas 50 derajat Celsius dilaporkan terjadi di 12 provinsi di China, bahkan dilaporkan 30 orang tewas dan 60 dirawat  akibat “heat stroke” di India. Panas ekstrim di atas 45 derajat C juga dilaporkan melanda Thailand, Laos dan Filipina.

Sosialisaikan terus bahaya sengatan teriknya sinar matahari, agar jangan sampai korban berjatuhan dengan sia-sia.

 

 

 

 

 

Advertisement