FLORIDA—Dampak kerusakan badai Irma di Florida Amerika Serikat (AS) sangat dahsyat. Analis setempat menyebutkan, kerugian ekonomi karena bencana ini mencapai US$ 300 miliar atau setara dengan Rp 4.050 triliun. Ini sama dengan dua kali nilai APBN Indonesia.
Badai ini merusak rumah, bisnis dan tanaman utama termasuk kebun jeruk. Analis mengatakan, sekitar 2 triliun dolar AS properti berada di jalur badai. Badai Irma juga berdampak pada harga pangan AS. Florida adalah produsen terbesar kedua di AS dan produsen jus jeruk terbesar kedua di dunia.
Dilansir The Guardian, Ahad (10/8), Torsten Jeworrek, anggota dewan raksasa reasuransi Jerman Munich Re, mengatakan, badai Irma adalah musibah besar untuk Florida dan juga merupakan musibah besar bagi industri asuransi. Badai Irma juga meresahkan pasar keuangan, membuat saham asuransi jatuh, dan masa depan jeruk melonjak pekan lalu. Harga kontrak pengiriman konsentrat jus jeruk beku bulan November melonjak karena investor mengkhawatirkan yang terburuk setelah kehancuran akibat badai Irma di Karibia.
Sementara itu, Dilansir Republika, Senin (11/9/2017), Barrie Cornes, seorang analis di pialang saham Panmure Gordon, menempatkan keseluruhan kerugian biaya ekonomi sebesar 300 miliar dolar AS akibat badai. Florida selama ini menanam tanaman penting lainnya termasuk tomat, anggur, semangka dan tebu. Badai Irma bisa menghapus sebanyak 20 persen tanaman jeruk di negara bagian Florida. Padahal jeruk merupakan tanaman penting dari ekonomi Florida. ROL





