Dalam Satu Bulan, Perang Tewaskan 450 Warga Yaman

ilustrasi Serangan udara hancurkan dua bangunan di Yaman/ Reuters
YAMAN – Lembaga pemantau Hak Asasi Manusia mengatakan sedikitnya 450 warga sipil terbunuh di Yaman selama bulan Desember 2017.

Organisasi SAM untuk Hak dan Kebebasan yang bermarkas di Jenewa, dalam laporannya yang dipublikasikan pada hari Rabu (17/1/2018), mengatakan bahwa pembunuhan tersebut merupakan bagian dari 1.937 pelanggaran yang dilakukan di seluruh negeri pada bulan Desember, termasuk serangan fisik, pelanggaran terhadap kebebasan pers, penyiksaan dan penahanan sewenang-wenang.
 

Pelanggaran tersebut dilakukan oleh “milisi Houthis, angkatan udara Koalisi Arab, formasi militer dan kelompok yang setia kepada pemerintah yang sah”, katanya. 

“Organisasi SAM untuk Hak dan Kebebasan mengecam semua kejahatan yang termasuk dalam laporan ini yang dianggap sebagai pelanggaran berat hukum humaniter internasional dan hukum hak asasi manusia,” tambahnya. 

Sekitar 279 warga sipil tewas akibat serangan udara koalisi yang dipimpin Arab Saudi, di samping pembunuhan yang diderita oleh pejuang Houthi yang didukung Iran, laporan tersebut mencatat, sebagaimana dilansir Aljazeera. 

Arab Saudi telah berperang di Yaman sejak Maret 2015, ketika sebuah koalisi yang dipimpin oleh kerajaan kaya minyak meluncurkan kampanye pemboman udara, yang bertujuan untuk melawan pemberontak Houthi yang didukung Iran dan mengembalikan pemerintahan Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi. 

Monitor hak tersebut mendesak koalisi yang dipimpin oleh Saudi untuk “menghindari penargetan warga sipil dan untuk meninjau peraturan pertarungannya sesuai dengan hukum dan konvensi internasional”. 

Advertisement