Dari Sumenep ke Batam: Jejak Bisnis Haji Ma’ruf Gaet Investasi Chip Raksasa

Haji Ma’ruf, perantau asal Madura, melalui Wiraraja Group, menggandeng perusahaan cip asal AS untuk membangun industri semikonduktor di Batam, Kepulauan Riau. (Foto: Instagram)

Jakarta, KBKNews.id – Nama Akhmad Ma’ruf Maulana, yang lebih dikenal sebagai Haji Ma’ruf, belakangan menjadi sorotan publik. Melalui Wiraraja Group, ia menggandeng perusahaan cip asal Amerika Serikat (AS) untuk membangun industri semikonduktor di Batam, Kepulauan Riau.

Nilai investasi tahap awal yang digelontorkan mencapai 4,9 miliar USD atau sekitar Rp82,88 triliun. Angka tersebut bahkan berpotensi melonjak hingga 26,7 miliar USD atau setara Rp533,09 triliun apabila fase pertama berjalan sesuai rencana. Skala proyek ini menjadikannya salah satu investasi teknologi tinggi terbesar yang pernah masuk ke Indonesia.

Di balik capaian tersebut, tersimpan perjalanan panjang seorang perantau dari Madura yang memulai hidup dari titik nol.

Dari Sumenep ke Rantau

Haji Ma’ruf lahir di Sumenep, Jawa Timur. Masa mudanya jauh dari kemewahan. Seperti banyak perantau Madura lainnya, ia meninggalkan kampung halaman dengan harapan memperbaiki taraf hidup.

Pada awal perjalanan hidupnya, ia disebut pernah bekerja serabutan. Mulai dari buruh cuci mobil hingga kernet bus. Dunia usaha pun tidak langsung menyambutnya dengan karpet merah. Ia memulai bisnis dari sektor kecil, merintis usaha plastik dengan modal terbatas dan jaringan yang belum luas.

Namun, ketekunan dan kejelian membaca peluang menjadi modal penting. Perlahan, usaha kecil tersebut berkembang. Keberanian mengambil risiko membawanya masuk ke sektor industri yang lebih besar dan kompleks.

Membangun Basis Industri di Batam

Batam kemudian menjadi panggung utama ekspansi bisnisnya. Kota yang berada di jalur perdagangan internasional itu ia pandang bukan sekadar kawasan industri, melainkan simpul strategis bagi masa depan manufaktur Indonesia.

Melalui anak usaha PT Galang Bumi Industri, Haji Ma’ruf menginisiasi pengembangan Proyek Strategis Nasional (PSN) Wiraraja Green Renewable Energy & Smart Eco-Industrial Park (GESEIP) di Galang, Batam. Kawasan ini dirancang sebagai pusat industri berbasis energi terbarukan dan teknologi tinggi.

Langkahnya di sektor energi bersih menjadi titik balik penting dalam perjalanan bisnisnya. Dari sinilah jejaring global mulai terbuka, termasuk kerja sama dengan mitra Amerika Serikat.

Gaet Raksasa Chip Amerika Serikat

Proyek semikonduktor yang digarap Wiraraja Group melibatkan Essence Global Group dan Tynergy Technology Corporation USA sebagai mitra strategis. Perjanjian Pengembangan Bersama (Joint Development Agreement) resmi diteken pada 18 Februari 2026, disusul perjanjian lanjutan dengan Tynergy.

Proyek ini digadang-gadang membuka peluang Indonesia masuk lebih dalam ke rantai pasok global industri cip dan energi bersih. Selain menghadirkan investasi besar, pembangunan fasilitas semikonduktor juga berpotensi mendorong transfer teknologi, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan ekosistem manufaktur nasional.

Keterlibatan Batam sebagai lokasi utama tidak terlepas dari promosi aktif para pelaku kawasan industri, termasuk Haji Ma’ruf, yang selama ini menegaskan kesiapan infrastruktur dan dukungan ekosistem industri di wilayah tersebut.

Peran di Kadin dan HKI

Selain sebagai pengusaha, Haji Ma’ruf juga aktif di organisasi dunia usaha. Ia menjabat sebagai Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kepulauan Riau serta Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Kawasan Ekonomi Khusus, Kawasan Industri, dan Proyek Strategis Nasional.

Pada 18 Juni 2025, dalam Musyawarah Nasional IX di Jakarta, ia terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) periode 2025–2029.

Di organisasi yang menaungi ratusan kawasan industri di seluruh Indonesia itu, ia membawa agenda memperkuat daya saing kawasan industri nasional, mempercepat arus investasi, serta mempererat kolaborasi antara pelaku usaha dan pemerintah.

Dari Perantau ke Penggerak Investasi Global

Perjalanan Haji Ma’ruf mencerminkan transformasi dari usaha skala kecil menuju pengelolaan kawasan industri bernilai strategis. Dari buruh cuci mobil hingga memimpin proyek investasi raksasa, jalannya tidak instan.

Kini, melalui proyek semikonduktor di Batam, namanya dikaitkan dengan upaya Indonesia memperkuat posisi dalam industri teknologi global. Investasi yang diinisiasi bukan hanya soal angka triliunan rupiah, melainkan tentang membuka pintu bagi industri bernilai tambah tinggi.

Dari Sumenep ke Batam, kisah Haji Ma’ruf menjadi potret bagaimana keberanian merantau, ketekunan berusaha, dan kemampuan membaca peluang dapat mengantarkan seorang saudagar lokal ke panggung investasi internasional.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here