Deretan Program Unggulan Pendidikan Dompet Dhuafa

Siswa SMART Ekselensia. (Foto: pendidikandd.org)

JAKARTA, KBKNews.id – Dompet Dhuafa terus mengukuhkan posisinya sebagai pionir dalam mengatasi kesenjangan pendidikan di Indonesia. Melalui berbagai program unggulan, lembaga ini berupaya menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing, memutus mata rantai kemiskinan dengan bekal ilmu dan keterampilan.

Dompet Dhuafa, melalui Lembaga Pengembangan Insani (LPI), telah merancang berbagai inisiatif pendidikan yang mencakup setiap jenjang usia.

Mulai dari pendidikan anak usia dini, LPI menghadirkan PAUD Pengembangan Insani dan SD Pengembangan Insani, yang bukan sekadar membekali anak dengan kemampuan dasar sesuai tahapan usianya, tetapi juga menanamkan dasar-dasar ajaran Islam, adab, dan akhlak mulia. Tagline “Sekolah Adab Qurani” menjadi cerminan komitmen sekolah ini dalam mengintegrasikan nilai agama dengan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Pada jenjang sekolah menengah, Dompet Dhuafa memiliki dua program kebanggaan. Smart Ekselensia Indonesia hadir sebagai sekolah model berasrama bebas biaya, yang ditujukan bagi anak-anak berprestasi dari keluarga kurang mampu di seluruh Indonesia.

Sejak didirikan pada 2004, Smart Ekselensia telah mendidik lebih dari 687 siswa, membekali mereka dengan pendidikan SMP dan SMA sekaligus program kepemimpinan intensif. Tak kalah penting, Excellence Tahfidz School (eTahfidz), yang didirikan pada akhir 2017, berfokus mencetak generasi penghafal Al-Qur’an yang juga disiapkan sebagai calon pemimpin masa depan. Program ini memadukan Dirosah Islamiyah, penguasaan bahasa asing, dan pengembangan karakter, dan kini telah memberi manfaat bagi 28 santri dari 12 provinsi.

Beyond the formal schooling, LPI Dompet Dhuafa juga mengelola program pembinaan yang lebih luas. Yatim Excellence Scholarship hadir sebagai beasiswa yang secara khusus membentuk siswa yatim berjiwa pemimpin, berakhlak mulia, cerdas, dan terampil, lengkap dengan kurikulum kepemimpinan dan bantuan biaya pendidikan. Di tingkat perguruan tinggi, Dompet Dhuafa memiliki dua program beasiswa transformatif. Kader Pemimpin Daerah (KETUA CID), yang telah berjalan sejak 2003, berhasil membina lebih dari 2.480 mahasiswa dari 25 perguruan tinggi negeri di Indonesia, mencetak individu berintegritas dan profesional yang siap menjadi penggerak pembangunan di daerahnya.

Sementara itu, Beasiswa Aktivis Nusantara (BAKTI NUSA) telah memberikan manfaat bagi 561 aktivis mahasiswa dari 31 perguruan tinggi negeri terbaik, dan untuk menjaga kesinambungan kader kepemimpinan, LPI juga merintis program Kuliah Inspirasi dan Kepemimpinan yang telah diikuti oleh 833 mahasiswa dari 129 kampus.

Di samping itu, Dompet Dhuafa menaruh perhatian besar pada literasi dan peningkatan kualitas guru. Sekolah Literasi Indonesia (SLI) berfokus pada pengembangan budaya literasi dalam tiga ekosistem pendidikan—formal, informal, dan nonformal—telah menjangkau ribuan sekolah, guru, keluarga, dan siswa di 22 provinsi. Inisiatif ini diperkuat dengan Gerakan Masyarakat Cinta Baca (Gemari Baca), yang menjangkau individu dan taman baca masyarakat.

Untuk meningkatkan kualitas pengajaran, Sekolah Guru Indonesia (SGI), yang telah hadir di 34 provinsi selama 12 tahun, meluluskan lebih dari 4.582 guru yang kini menjadi agen perubahan di komunitasnya. Guna mendukung peningkatan performa sekolah secara keseluruhan, LPI Dompet Dhuafa juga menjalankan Program of Excellence School System (PROGRESS), yang berfokus pada pelatihan dan pendampingan intensif bagi sekolah di wilayah marginal.

Seluruh inovasi dan riset pendidikan ini kemudian diwadahi dalam Makmal Pendidikan, sebuah laboratorium pengembangan pendidikan dan pusat sumber belajar masyarakat.

Selain program di bawah LPI, Institut Kemandirian (IK) yang didirikan pada 2005, menjadi bukti nyata komitmen Dompet Dhuafa dalam memberdayakan kaum dhuafa melalui pelatihan keterampilan dan kewirausahaan. IK telah meluluskan ribuan alumni yang sukses berwirausaha atau berkarier, dengan program-program seperti teknisi otomotif, tata busana, hingga desain grafis.

IK tidak hanya mentransfer keterampilan, tetapi juga menanamkan nilai karakter dan mental wirausaha yang kuat, dilengkapi dengan fasilitas memadai dan pendampingan pasca pelatihan.

Dompet Dhuafa juga meluncurkan Youth Ekselensia Scholarship (YES) sejak 2022, sebuah program beasiswa bagi anak-anak berpotensi dari keluarga marjinal (yatim, dhuafa, mualaf) di jenjang SMA/SMK/MA, yang bertujuan mempersiapkan mereka masuk perguruan tinggi negeri dan menjadi pemimpin masa depan. Program ini telah mengantarkan lebih dari 150 alumni ke berbagai kampus ternama di Indonesia.

Tak hanya itu, Dompet Dhuafa memiliki inisiatif pendidikan khusus lainnya. Perguruan Islam Al Syukro Universal, yang kini berada di bawah naungan Dompet Dhuafa, merupakan pusat pendidikan Islam dari jenjang TK hingga perguruan tinggi. Di ranah kajian dan kebijakan, Indonesia Development and Islamic Studies (IDEAS), yang diluncurkan pada 2016, berfungsi sebagai lembaga think tank yang fokus pada pembangunan nasional dan kebijakan publik berbasis keindonesiaan dan keislaman. Terakhir, untuk memenuhi kebutuhan dasar anak-anak pengungsi, School for Refugees (SfR) hadir sejak 2015, membuka akses pendidikan non-formal, pelatihan bahasa, dan pembentukan karakter bagi anak-anak pengungsi dari berbagai negara, membantu mereka berbaur dan meraih pendidikan formal di Indonesia.

Dengan semangat “dari mustahik menjadi muzaki,” Dompet Dhuafa terus membuktikan bahwa pendidikan adalah investasi sosial paling strategis, yang mampu menciptakan dampak berlipat ganda dalam membangun kemandirian dan kesejahteraan umat.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here