
GAZA – Serangan Israel telah membuat Gaza hampir tidak dapat dihuni hanya dalam waktu empat bulan dan membuat ratusan ribu pengungsi rela tidur dimanapun, termasuk di kandang ayam.
Dilansir Middle East Eye, dimana pewartanya berbicara dengan salah satu dari lima keluarga yang mengungsi di sebuah peternakan di Rafah, dan mereka mengubah kandang ayam terbuka menjadi tempat tidur untuk anak-anak mereka.
“Kami memutuskan untuk datang ke peternakan ini karena kami tidak dapat menemukan tempat lain untuk dikunjungi,” kata Rafat Lukman, yang keluarganya terdiri dari 32 orang termasuk bayi baru lahir dan anak kecil.
“Kami datang ke sini dengan pemikiran bahwa kami dapat bertahan selama beberapa hari, namun perang ini memakan waktu lebih lama. Saya tidak percaya anak-anak saya sendiri tidur di kandang tempat ayam tidur. Saya melihat mereka dan hati saya hancur karenanya. masa kecilku yang kuberikan pada mereka. Tapi apa lagi yang bisa kulakukan?”
Anak-anak Lukman mengatakan mereka kini sudah terbiasa dengan kenyataan baru dan sulit mengingat suatu hari nanti mereka punya rumah dan kamar tidur.
“Kami masih beruntung karena kami tidak meninggal dan orang tua kami masih hidup,” kata putri Rafat yang berusia 12 tahun, Mais. “Tapi sejujurnya, saya masih merasa takut tidur di dalam kandang. Kandangnya sangat dingin dan gelap di malam hari. Saya selalu benci serangga, tapi mereka ada dimana-mana di sini, dan saya tidak bisa berbuat apa-apa.”
Tentara Israel telah menghancurkan atau merusak lebih dari separuh bangunan di Gaza dan terus menyusutkan ruang aman atau layak huni di seluruh wilayah kantong yang terkepung.
Hal ini juga memaksa warga Palestina keluar dari rumah mereka di Gaza utara dan tengah menuju selatan, menyebabkan 85 persen dari 2,3 juta penduduk Gaza mengungsi, termasuk ke Rafah yang kini juga menjadi target serangan Israel.




