spot_img

Terulang lagi, petugas Pemilu Berguguran

SAMPAI 17 Februari, sudah tercatat 57 orang  petugas lapangan penyelenggara pemilu yang menghembuskan nafas dan 3.909 orang sakit, diduga akibat beban kerja yang terlalu berat pada helat demokrasi lima tahunan itu.

Para petugas ad hoc tersebut terdiri dari Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dan Pengawas TPS (PPTS) yang rata-rata bekerja dari subuh ke subuh di hari H pemungutan suara 14 Feb.

Korban yang meninggal: 29 anggota KPPS, 10 anggota Perlindungan Masyrakat  (Linmas), sembilan saksi, enam petugas keamanan, dua PPS dan satu anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Menurut catatan penulis sebagai  anggota PPTS di Kel. Rawajati, Kec. Pancoran, Jakarta Selatan, pekerjaan sudah dilakukan pada masa tenang mulai Senin, 11 Feb. pukul 00.00 untuk mengawasi , apakah ada kontestan yang masih berkampanye serta mengawasi penurunan Alat Peraga Kampanye (APK).

Di kawasan Rusun Kalibata City ada 13 TPS dimana tiap TPS menerima maksimal 300 warga yang memiliki  hak pilih terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT), Daftar Pemilih Tambahan atau DPTb  (warga yang pindah TPS dengan membawa surat keterangan).

Selain itu ada warga dengan  Daftar Pemilih Khusus (DPk) yang bisa mencoblos mulai pukul 12:00 hinggap pukul 13:00 yakni bagi yang belum terdaftar dalam DPT, memiliki e-KTP atau Identitas Kependudukan Digital (IKD) sepanjang kertas suara tersedia.

Petugas PTPS juga harus mengawasi pemasangan tenda-tenda kampanye yang mulai didirikan sehari menjelang hari H pemungutan suara yakni Selasa,13 Feb. dan memeriksa kelengkapan alat-alat pemungutan suara (kotak dan bilik suara, kertas suara dan ATK) sesuai jumlahnya dan dalam keadaan baik.

Pencoblosan

Pada hari H pemungutan suara, mulai pukul 07:00 sampai pukul 13.00 seluruh petugas di lapangan memandu dan mencatat atau mengawasi kegiatan pencoblosan (sesuai deskripsi pekerjaan masing-masing).

Waktu  pencoblosan ditutup, tepat pukul 13:00, setelah rehat sejenak, dilakukan penghitungan suara melalui pencatatan di lembar form C-Hasil berupa plano (kertas lebar).

Usai penghitungan suara, paling cepat pukul 21:00 ketua dan anggota KPPS mengangkuti kotak suara berisi surat suara yang sudah dicoblos dan hasil perhitungan suara (form C plano) dan bagi PPS form A ke poolnya di GOR Pangadegan untuk tingkat kecamatan Pancoran.

Pelaporan dan penyerahan hasil suara ngantri, karena di Kel. Rawajati saja ada 74  TPS, belum kelurahan-kelurahan lainnya yang masuk kecamatan Pancoran.

Tidak semua dari 13 TPS di Kalibata City yang bisa menyelesaikan penghitungan suara sampai Kamis, 15 Feb. dinihari, sebagian masih mengerjakannya sampai  Kamis siang, sehingga jam kerja mereka ada yang lebih dari 24 jam (dari pukul 07:00 Rabu 14/Feb. sampai pukul 12:00 Kamis atau berarti 29 jam!

Kasus serupa terjadi pada Pemilu 2019 dimana tercatat 875 orang petugas lapangan pemilu gugur menjadi martir helat demokrasi.

Selain santunan bagi keluarga yang ditinggalkan, investigasi menyeluruh tentang penyebab kematian mereka dan juga agar dalam pemilu mendatang  korban tak berjatuhan lagi, perlu dilakukan.

Semoga perjuangan mereka sebagai garda terdepan pemilu tidak sia-sia jika yang terpilih nanti pemimpin pengayom seluruh rakyat , amanah, jujur, pekerja keras dan mampu mengantarkan Indonesia ke tingkat demokrasi dan kehidupan lebih baik.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

spot_img

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here


spot_img

Latest Articles