Di Ambang Krisis Nutrisi, Kehidupan Anak di Gaza Terancam

Seorang pria menggendong seorang anak yang tidak sadarkan diri di Gaza. (Foto: ANTARA/AA)

WASHINGTON – Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) menyoroti tingginya tingkat malnutrisi di kalangan anak-anak, perempuan hamil, dan ibu menyusui di Jalur Gaza. Hal tersebut menghadirkan ancaman serius terhadap kesehatan mereka.

Saat konflik berlanjut di Jalur Gaza selama 20 pekan, pasokan makanan dan air bersih sangat langka. Penyakit merajalela, yang berpotensi merugikan nutrisi dan daya tahan tubuh perempuan dan anak-anak. Hal itu menyebabkan lonjakan malnutrisi akut.

Dalam pernyataannya, Selasa (20/2/2024), UNICEF menyampaikan bahwa situasi itu dianggap “sangat serius” di wilayah utara, di mana satu dari enam anak di bawah usia dua tahun mengalami kekurangan gizi akut.

UNICEF menyatakan bahwa pemeriksaan serupa dilakukan di Gaza selatan, khususnya di Rafah, ditemukan bahwa 5 persen anak di bawah usia dua tahun mengalami kekurangan gizi akut.

“Ini adalah bukti nyata bahwa akses terhadap bantuan kemanusiaan diperlukan, dan dapat membantu mencegah dampak terburuk. Hal ini juga memperkuat seruan lembaga-lembaga tersebut untuk melindungi Rafah dari ancaman operasi militer yang intensif,” demikian dalam pernyataan itu.

Wakil Direktur Eksekutif UNICEF untuk Aksi Kemanusiaan dan Operasi Pasokan, Ted Chaiban, mengingatkan bahwa Jalur Gaza berada di ambang krisis nutrisi. Jalur Gaza, kata dia, bersiap untuk menjadi saksi “ledakan” jumlah kematian anak-anak yang sebenarnya bisa dicegah.

“Kami telah memperingatkan selama berminggu-minggu bahwa Jalur Gaza berada di ambang krisis nutrisi,” kata Chaiban, dilansir dari Anadolu.

“Jika konflik tidak berakhir sekarang, gizi anak-anak akan terus menurun drastis, menyebabkan kematian yang seharusnya dapat dicegah, atau masalah kesehatan yang akan memengaruhi anak-anak Gaza selama sisa hidup mereka. Dan, berpotensi menimbulkan konsekuensi antargenerasi,” tambah Chaiban.

Pemboman Israel di Jalur Gaza telah menimbulkan korban jiwa sebanyak hampir 29.092 orang, melukai sekitar 69.028 orang, dan menyebabkan kehancuran massal serta kekurangan bahan pokok.

Data PBB menunjukkan bahwa serangan Israel di Gaza telah membuat 85 persen penduduk mengungsi dengan 60 persen infrastruktur rusak atau hancur.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here