Di NTT Warga dan Ternak Berbagi Air Bersih

0
85

KUPANG – Kemarau panjang yang melanda Indonesia membuat sejumlah daerah mengalami kekeringan dan kekurangan air bersih. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi kemarau yang disebabkan badai El Nino akan berlangsung hingga bulan November 2015.

Kekeringan dan kekurangan air bersih membuat sejumlah warga di masing-masing daerah terdampak harus berupaya sekuat tenaga memenuhi kebutuhan mereka, mulai dari untuk kebutuhan minum, mandi, dan mencuci.

Mirisnya, ada warga yang terpaksa harus saling berbagi dengan ternak seperti kerbau dan sapi untuk mengonsumsi air bersih. Fenomena ini terjadi di Desa Reroroja dan Desa Magepanda, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Warga di dua desa ini, kini tak lagi memiliki air bersih, sumur-sumur yang mereka miliki sudah kering kerontang sejak sebulan lalu. Satu-satunya sumber air yang bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan minum, mandi, dan cuci hanya berasal dari Sungai Magepanda.

Salah seorang warga, Magepanda, menuturkan, warga tak lagi memikirkan apakah air yang mereka konsumsi tercampur dengan bibit penyakit yang dibawa hewan ternak. Sebab itulah satu-satunya sumber air bersih di sana.

“Mau bagaimana lagi? Pemerintah pernah bantu menyediakan pipa dan penampungan air, tetapi airnya tidak ada,” lata Magepanda, Jumat (31/07/2015) dilansir Viva.co.id.

Agar air yang didapatkan bisa dikonsumsi, warga berusaha melakukan penyaringan dengan cara menggali lubang yang dibatasi dengan tanah dan bebatuan kecil di sekitar sumber air.

Sementara hewan ternak dibiarkan berendam dan meminum air ke dalam aliran sungai. “Ternak juga butuh air, kita juga butuh air,” katanya.

Advertisement div class="td-visible-desktop">

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here