Dipaksa Pulang, Pengungsi Afganistan Terancam Bencana Kemanusiaan

Pengungsi Afghanistan di Pakistan/ AFP

AFGHANISTAN – Ratusan ribu pengungsi Afghanistan di Eropa, Pakistan dan Iran dipaksa untuk pulang ke Afghanistan oleh Uni Eropa, badan-badan PBB dan pemerintah di wilayah tersebut.

Para pengungsi Afghanistan seolah menghadapi krisiss kemanusiaan karena Pemerintah di Kabul tidak memiliki sumber daya untuk membantu para pengungsi ini atau mereka dipindahkan karena pemerintah berfokus pada perang, membela kota-kota besar dan uang dipakai untuk membayar para tentara.

BBC melansir pada Rabu (12/10/2016), dalam sebuah konferensi di Brussels pada 5 Oktober 2016, 70 donor internasional, termasuk Uni Eropa, menjanjikan anggaran pembangunan Afghanistan sampai tahun 2020. Pendanaan untuk militer Afghanistan dikatakan disediakan 5 milyar per tahun, dan diberikan terpisah.

Namun, di samping kemurahan hati itu ada kesepakatan di mana Afghanistan harus menerima pengembalian lebih dari 200.000 pengungsi Afghanistan yang membanjiri Eropa tahun lalu, sebagai bagian dari satu juta migran yang tiba di Eropa.

Uni Eropa kemungkinan akan menerima banyak pengungsi Suriah karena menganggap Suriah zona perang, dan tidak menganggap Afghanistan sebagai zona perang.

Demikian pula, Pakistan berencana untuk memulangkan 1,6 juta yang terdaftar yang telah tinggal di Pakistan sejak 1979 dimana adanya invasi Soviet ke Afghanistan.

Tahun ini, sekitar 200.000 warga Afghanistan telah dipaksa untuk berkemas dan pergi dengan 98.000 pengungsi kembali pada bulan September saja, menurut Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR).

Sementara itu Islamabad telah memberikan tenggat waktu hingga Maret 2017 agar pengungsi dipulangkan. Militer Pakistan menyalahkan pengungsi Afghanistan yang terlibat aksi terorisme di Pakistan meskipun sebagian besar tersangka yang ditangkap adalah warga Pakistan sendiri.

Begitu juga dengan Iran, dengan satu juta pengungsi di wilayahnya, berusaha meyakinkan beberapa warga Afghanistan untuk kembali, bahkan pengungsi Afghanistan di Iran, yang digunakan sebagai umpan untuk perang di Timur Tengah.

Advertisement