SINGKAWANG – Lorenzo Fernando alias Nando (4), harus meregang nyawa akibat kekerasan yang dilakukan oleh pengasuhnya hanya karena ia rewel ketika ingin buang air besar, sementara pengasuh, Yul (24) tengah asik merokok.
Peristiwa mengenaskan tersebut terjadi Minggu (1/9/2016) lalu, di rumah pelaku di Jalan Pulau Natung No 53 B RT17/RW 7, Kelurahan Pasiran, Kecamatan Singkawang Barat.
“Korban rewel menangis ingin buang air besar, sementara itu pelaku Yul (perempuan) sedang menikmati rokok,” kata Kepala bidang Humas Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Kombes Suhadi SW di Pontianak, Minggu (18/9/2016) kemarin.
Ketika sudah diantar pengasuh ke kamar mandi, Lorenzo masih rewel dan menangis hingga akhirnya pelaku menyulut tangan kiri korban dengan rokok sebanyak dua kali dengan harapan korban diam.
“Karena anak-anak disulut rokok tangannya, nangisnya semakin keras karena merasa kesakitan. Untuk menghentikan tangisnya pelaku Yul mencekik leher korban dengan posisi tangan kanan pelaku di depan dan tangan kiri di belakang, selang beberapa menit korban langsung terjatuh membentur lantai kamar mandi dan korban terdiam,” ungkapnya, dikutip dari merdeka.com.
Melihat korban diam Yul menyiram korban dengan air menggunakan gayung sebanyak tiga kali supaya korban bangun, namun ternyata korban tidak sadarkan diri. Dengan perasaan panik pelaku membawa korban ke rumah sakit Harapan Bersama Singkawang, namun sayang jiwa korban sudah tidak tertolong.
Menurut Suhadi, berdasarkan pemeriksaan awal autopsi tubuh korban ditemukan adanya tanda tanda lebam di bagian leher, ada bekas luka sulutan rokok sebanyak dua titik di lengan sebelah kiri, ada tanda merah di atas kemaluan, ada bekas lebam di bagian tulang rusuk sebelah kiri dan penyebab kematian korban karena kekurangan oksigen.
Kini pelaku sudah ditahan di Mapolres Singkawang. Suhadi menyayangkan kasus ini terlambat diungkap, karena pihak Polres Singkawang menunggu kedatangan orang tua korban yang sedang bekerja di Malaysia yang akhirnya menyetujui dilakukannya autopsi. Setelah dilakukan autopsi, polisi melakukan interogasi kepada pelaku Yul, dan akhirnya ia mengakui telah membunuh korban karena rewel mengganggu pelaku menikmati rokok.





