TEPI BARAT – Setelah beberapa minggu bertahan hidup dengan luka-luka akibat tembakan tentara Israel, seorang pria Palestina berusia 21 tahun akhirnya meninggal dunia.
Raed Al-salhi ditembak oleh tentara Israel di sebuah kamp pengungsi di Tepi Barat yang diduduki, dan meninggal pada hari Minggu (3/9/2017) karena mengalami luka kritis pada 9 Agustus ketika tentara Israel mencoba menangkapnya saat penyerbuan menjelang fajar di kamp pengungsi Dheisheh di Bethlehem.
Issa Qaraqe, yang memimpin Komite Urusan Tahanan Palestina, menyebut kematian Salhi sebagai “kejahatan perang” karena dia mengklaim korban ditembak setidaknya lima kali.
“Pemuda tersebut meninggal setelah ditembak dari jarak dekat,” katanya kepada kantor berita Anadolu. “Mereka bisa menangkapnya tanpa menembaknya.” tambahnya.
Seorang penduduk kamp lainnya, Aziz Arafeh, juga ditembak di kaki.
Tentara Israel telah mengklaim bahwa kedua orang Palestina telah berusaha untuk melarikan diri dari daerah tersebut.
Kekerasan di bulan Agustus menyusul serangan fatal lainnya di kamp pengungsi pada bulan Juli, ketika tentara Israel membunuh Baraa Hamamda yang berusia 18 tahun saat sebuah serangan, menurut sebuah laporan oleh Kantor Berita Maan yang berbasis di Bethlehem.
Qaraqe meminta pembentukan sebuah komite pencari fakta yang bertugas memeriksa kejahatan yang sering dilakukan oleh personil keamanan Israel terhadap pemuda Palestina yang dibunuh dengan sengaja.
Warga Palestina, seperti dilansir Aljazeera mengatakan bahwa mereka terbiasa mengintimidasi, memaksa dan secara kolektif menghukum masyarakat Palestina yang menolak pendudukan 50 tahun Israel.




