DMC Dompet Dhuafa Gandeng Humanesia Terjun ke Lokasi Bencana Sumatra

DMC Dompet Dhuafa berkolaborasi dengan Humanesia (Foto: Ist)

JAKARTA, KBKNews.id – Bencana yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra terus meninggalkan duka mendalam. DMC Dompet Dhuafa berkolaborasi dengan Humanesi membantu korban.

Data terbaru per 9 Desember 2025 pukul 16.00 WIB dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan peningkatan signifikan dalam jumlah korban. Total tercatat 964 jiwa meninggal dunia, 262 jiwa hilang, dan 5.000 jiwa mengalami luka-luka.

Angka ini diperkirakan akan terus bertambah seiring dengan upaya evakuasi dan pencarian yang masih berlangsung, memicu seruan untuk terus menggalang bantuan.

Provinsi Aceh menjadi wilayah dengan dampak terparah, mencatat 391 jiwa meninggal dunia, 31 jiwa hilang, dan 43 jiwa luka-luka. Infrastruktur di Aceh juga mengalami kerusakan parah, meliputi 138 fasilitas pendidikan, 656 rumah ibadah, 18 fasilitas kesehatan, 258 jembatan, dan 313 gedung/kantor yang rusak.

Sementara itu, Sumatra Utara melaporkan 338 jiwa meninggal, 138 jiwa hilang, dan 650 jiwa luka-luka, dengan kerusakan parah pada 112 fasilitas pendidikan dan 80 rumah ibadah. Di Sumatra Barat, data mencatat 235 jiwa meninggal, 93 jiwa hilang, dan 113 jiwa luka-luka, serta kerusakan pada 83 fasilitas pendidikan dan 486 rumah ibadah.

Menanggapi krisis kemanusiaan ini, DMC Dompet Dhuafa, bekerja sama dengan Humanesia, telah mengerahkan Rekap Aksi Respon Darurat Sumatra. Hingga 9 Desember 2025, total 60.781 penerima manfaat telah terlayani.

Tim di lapangan, yang terdiri dari 95 personel, didukung oleh 5 mobil taktis dan 7 mobil operasional, telah melakukan berbagai jenis layanan untuk memenuhi kebutuhan mendesak korban, mulai dari evakuasi hingga dukungan psikologis.

Secara rinci, aksi respons darurat mencakup berbagai layanan vital. Tercatat 225 evakuasi korban, penyediaan 29.721 layanan dapur umum, 9.170 makanan siap santap, dan 4.237 pos hangat. Dalam aspek distribusi logistik, tim telah membagikan 4.811 paket sembako, 4.328 distribusi logistik food, dan 969 distribusi logistik non-food.

Selain itu, fokus pada sanitasi dan kesehatan ditunjukkan dengan adanya 1.758 distribusi air bersih, 892 aksi bersih, dan 500 paket hygiene kit.

Respona darurat juga menyasar kebutuhan spesifik korban. Layanan Psikologis dan Refleksi diselenggarakan dengan 1.368 Pos Wifi & Charger, 279 layanan Psychological First Aid, dan 24 layanan refleksi.

Perlindungan anak dan kelompok rentan diutamakan dengan penyediaan 971 kebutuhan bayi, ibu, dan lansia, serta 49 taman ceria. Layanan dapur umum didukung dengan 382 layanan dapur PMBA (Pemberian Makan Bayi dan Anak), 13 skrining gizi, dan 534 pos medis untuk memastikan kondisi kesehatan para penyintas tetap terjaga.

Aksi kemanusiaan ini disebar di sejumlah titik fokus di tiga provinsi tersebut. Di Aceh, total bantuan yang disalurkan mencapai 30.900 PM, dengan lokasi utama di Pidie, Bireuen, dan Aceh Utara. Sumatera Utara mencapai total 22.227 PM, dengan fokus di Medan, Tapanuli, dan Langkat.

Sementara itu, Sumatera Barat mencatatkan total 6.954 PM di Solok, Agam, dan Padang Pariaman. Distribusi dilakukan secara merata ke titik-titik pengungsian dan komunitas terdampak.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here