
DEPOK – Siswa-siswi Sekolah Dasar (SD) Islam Fitrah Al-Fikri, Depok, Jawa Barat mendapatkan sosialisasi mengenai penanganan kebakaran hutan dan lahan di Sumatera, pada Rabu (2/10/2019).
Staf Pengurangan Risiko Bencana (PRB) DMC Dompet Dhuafa Tri Febriani, sosialisasi ini merupakan rangkaian acara serah terima donasi dari pihak sekolah kepada Dompet Dhuafa mengenai Safe School yang diadakan di sekolah-sekolah terpapar kabut asap di Kalimantan dan Sumatera.
Pada kesempatan ini, kata Riri, siswa-siswi diberi tahu mengenai apa itu kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), penyebab terjadinya karhutla, bagaimana mengatasinya, risiko karhutla, serta cara meminimalisir kabut asap yang ditimbulkan.
“Sosialisasi kali ini guna memberi pengetahuan pada adik-adik di sini tentang keadaan teman-teman mereka yang terpapar kabut asap akibat karhutla di Sumatera dan Kalimantan. Jadi, kita mendorong agar tumbuh rasa empati mereka pada sesama. Walau jaraknya jauh sekalipun,” terang Riri.
Tim respons DMC untuk karhutla Kalimantan Ahmad Yamin menjelaskan mengenai beberapa hal terkait penanganan dampak karhutla yang dilakukan Dompet Dhuafa. Salah satunya tentang Safe School.
“Safe School yang telah dibangun Dompet Dhuafa di beberapa titik di Kalimantan dan Sumatera ini merupakan ruang kelas yang dirancang untuk meminimalisir paparan kabut asap,” papar Ahmad.
Dilansir Znews.id, dijelaskan juga tentang peralatan yang dibutuhkan untuk membuat Safe School anatar lain busa dakron untuk tiap ventilasi di kelas, tirai kain di pintu dan jendela, exhaust fan, kipas angin, akuarium dengan ganggang untuk fotosintesis, serta tanaman yang bisa menyaring udara kotor seperti suplir dan lidah mertua.
Siswa-siswi SD Islam Fitrah Al-Fikri dalam acara ini juga mengumpulkan donasi untuk pembangunan Safe School di sekolah teman-teman mereka yang terpapar kabut asap di Sumatera dan Kalimantan. Donasi disalurkan melalui Dompet Dhuafa.




