Dompet Dhuafa dan Gerakan Sisihkan Kembali Ajak Anak Yatim Belanja di Swalayan

BOGOR –  Dompet Dhuafa bersama 3 lembaga yang tergabung dalam Gerakan Pulih Kembali, yaitu Pusat Kajian Jaminan Sosial Universitas Indonesia (PKJS-UI), Komnas Pengendali Tembakau, serta Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI), mengajak 13 anak yatim asal Bogor untuk berbelanja di sebuah toko swalayan, pada Minggu (17/10/2021).

Anak-anak yatim tersebut merupakan anak-anak yang ayah maupun ibunya belum lama meninggal disebabkan terpapar virus Covid-19.

Secara terpisah, tim Lembaga Pelayan Masyarakat (LPM) Dompet Dhuafa dan tim Pulih Kembali mendampingi ke-13 anak tersebut untuk berbelanja apa yang mereka butuhkan.

Empat dari mereka berbelanja di toko swalayan di Parung, sedangkan sembilan lainnya disediain paket santunan belanjaan sesuai kebutuhan masing-masing anak, yang diberikan ke rumah anak secara langsung.

Sebelum menuju ke toko swalayan, tim Dompet Dhuafa dan ketiga lembaga Gerakan Pulih Kembali tersebut mengajak anak-anak untuk saling bertukar cerita, motivasi, dan cita-cita. Setelahnya, kakak-kakak tim akan mendampingi anak-anak untuk berbelanja barang-barang yang dapat menunjang dan memotivasi cita-cita mereka.

“Kami ingin mereka (anak-anak yatim) tetap semangat untuk mengejar cita-cita mereka, maski belum lama ini mereka tertimpa kesedihan. Harapannya, kelak mereka menjadi orang-orang yang akan berguna dan bermanfaat bagi agama dan bangsa, yang otomatis akan menaikkan derajat orangtua dan keluarganya,” terang Lara Rizka, Perwakilan tim gerakan Pulih Kembali.

Kegiatan ini memang menjadi salah satu konsen Pulih Kembali untuk saling berbagi dari hasil mengumpulkan uang-uang kecil yang disisihkan oleh masyarakat yang sadar akan sia-sianya membeli rokok. Kemudian dengan kolaborasi apik bersama Dompet Dhuafa, uang-uang yang tadinya untuk membeli rokok, beralih digunakan untuk membelanjakan anak-anak yatim yang jauh lebih bermanfaat.

Lara menuturkan pesan Pulih Kembali, bahwa membeli rokok itu adalah hal yang sia-sia. Alangkah baiknya uang yang dibelanjakan untuk membeli rokok, dialihkan untuk membelanjakan orang-orang yang membutuhkan uluran tangan.

“Kami mendorong supaya ada kesadaran dari masyarakat bahwa uang untuk membeli rokok itu sia-sia. Maka sebaiknya digunakan untuk hal-hal lain yang lebih bermanfaat. Uang-uang yang terkumpul itu kami gunakan dan kami salurkan melalui Dompet Dhuafa untuk program Belanja bersama Anak Yatim,” tuturnya, dikutip dari dompetdhuafa.org.

Advertisement