JAKARTA, KBKNEWS.id — Wajah ceria terpancar dari puluhan anak yatim serta dhuafa lainnya saat menyusuri lorong Gramedia Margonda, Depok, Kamis (27/8/2026).
Mereka bebas memilih perlengkapan sekolah yang diinginkan melalui kegiatan Belanja Bareng Yatim (BBY).
Kegiatan BBY merupakan bagian dari kolaborasi kebaikan antara Dompet Dhuafa dan Gramedia. Program ini menjangkau anak yatim dan dhuafa di berbagai wilayah, mulai dari Bogor, Depok, dan Sukabumi hingga Kupang, Sorong, serta Jayapura.
Program tersebut menjadi penutup rangkaian bantuan penunjang pendidikan yang telah dihimpun sejak Mei hingga Juli 2026, bertepatan dengan momentum tahun ajaran baru.
Regional Manager Gramedia, Agung Prabowo, menyampaikan apresiasi atas dukungan para donatur serta sinergi bersama Dompet Dhuafa dalam menghadirkan bantuan pendidikan bagi anak-anak yang membutuhkan.
“Alhamdulillah terhimpun dana dari para dermawan sekitar Rp400 jutaan. Tentu kami apresiasi sekali Dompet Dhuafa bersedia berkolaborasi menjalankan program ini bersama Gramedia. Kami berharap program ini bisa terus berlangsung, sebab kebaikan harus terus dilestarikan,” ujar Agung.
Sebelumnya, Gramedia juga turut menyalurkan bantuan berupa paket Al-Qur’an hingga menjangkau sejumlah wilayah pelosok di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Direktur Resources Mobilization (REMO) Dompet Dhuafa, Etika Setiawanti, yang hadir dalam kegiatan tersebut menilai pemenuhan kebutuhan dasar sekolah merupakan bagian penting dalam mendukung pendidikan anak.
Menurutnya, memiliki perlengkapan sekolah yang layak tidak hanya membantu proses belajar, tetapi juga dapat membangun rasa percaya diri anak ketika berada di lingkungan sekolah.
Etika juga membagikan pengalaman masa kecilnya ketika harus berhemat untuk memenuhi kebutuhan belajar.
“Saya dulu termasuk anak yang sampai mengumpulkan sisa-sisa kertas kosong, lalu saya staples sendiri untuk dijadikan buku tulis,” tutur Etika.
Ia berharap program seperti BBY dapat terus dilanjutkan karena masih banyak anak yang membutuhkan dukungan untuk mengakses pendidikan secara layak.
“Ini memang penutup rangkaian, tapi insyaallah akan kita lanjutkan kembali, karena masih banyak saudara kita yang membutuhkan dan menunggu,” katanya.





