BOGOR – Dompet Dhuafa bersama Teras Muda, salah satu komunitas hijrah di Bogor—bersinergi menghadirkan Leader Connection Forum bertajuk “Meet, Growth, and More Impact” di Aula Hotel D’Anaya Bogor, Minggu (10/2).
Sarana temu tersebut dirancang untuk mampu menjadi wadah para pegiat komunitas agar saling bertemu dan berbagi satu sama lain.
Hassan Afif selaku Manager Brand Activation Dompet Dhuafa, memaparkan potensi zakat dan inovasi terkini yang dilakukan oleh Dompet Dhuafa. Kepada 50 peserta delegasi dari ragam komunitas di Jabodetabek yang hadir, ia mengatakan bahwa hal itu merupakan tantangan yang saling terkoneksi dengan inovasinya.
Hassan Arif mengatakan Leader Connection Forum adalah ikhtiar untuk membangun jejaring komunitas, khususnya wilayah Bogor dan sekitarnya. Saat ini, potensi zakat digital sebesar Rp233 Triliun, ini data Baznas tahun 2022.
Dialnjutkannya, namun realisasinya baru 3,4 persen dan masih akan terus meningkat dan saat ini meningkat 25 persen per tahun. Atas dasar itu juga, Dompet Dhuafa ‘melahirkan’ sebuah aplikasi digital yaitu DD Apps sebagai kemudahan, kecepatan, dan kebutuhan perkembangan zaman.
“Dan ini perlu terus kolaborasi. Nah, hari ini teman-teman akan berkesempatan belajar dari pemateri-pemateri keren terkait kepemimpinan, komunitas, fotografi, dan banyak lagi,” papar Hassan Afif.
Acara juga diisi dengan berbagi pengalaman dari Rico Aditama, Part of @yukngajiid yang memaparkan tantangan dan desain strategi dakwah di berbagai kalangan, juga Fasha Maulana selaku Ajudan Milenial Gubernur Jabar & Influencer yang menuturkan pengalaman aksi sosial dan literasi di Bogor. Para peserta juga berkesempatan melakukan FGD (Focus Group Discussion).
Tak ketinggalan, Dhika Prabowo selaku Managing Editor & Multimedia Dompet Dhuafa turut memaparkan pengalamannya terkait fotografi/visual storytelling yang mampu menghadirkan makna dan berdampak lebih dalam literasi visual dan kampanye sosial.
Dhika menambahkan, melalui fotografi/visual storytelling, dirinya mengabadikan makna dan kebermanfaatan tersebut dengan membuat sebuah buku foto berjudul “ADHA” tentang tradisi kurban yang ia rekam selama tujuh tahun di berbagai wilayah pedalaman Indonesia.





