JAKARTA, KBKNEWS.id – Dompet Dhuafa mendorong penerapan kombinasi upaya tanggap darurat dan pemulihan ekonomi dalam penanganan bencana banjir bandang dan longsor di Sumatera.
Langkah tersebut dinilai penting untuk mempercepat pemulihan sosial ekonomi masyarakat terdampak.
Hal itu disampaikan Dompet Dhuafa dalam rapat koordinasi percepatan pemulihan pascabencana yang diselenggarakan Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM), Selasa (6/1).
Perwakilan Dompet Dhuafa Bidang Aliansi Strategis, Syamsul Ardiansyah, mengatakan penanganan darurat dan masa transisi menuju pemulihan diperkirakan berlangsung selama enam hingga 12 bulan. Sementara itu, pemulihan menyeluruh, termasuk pembangunan infrastruktur vital dengan prinsip build back better, diproyeksikan membutuhkan waktu paling cepat lima tahun.
Syamsul menjelaskan, bencana di Sumatera terjadi bukan pada puncak musim hujan. Kondisi tersebut menyebabkan potensi curah hujan tinggi masih akan berlangsung sekitar empat bulan ke depan, sehingga risiko bencana susulan masih mengancam keselamatan masyarakat di masa transisi pemulihan.
Merespons situasi tersebut, Dompet Dhuafa mengombinasikan upaya tanggap darurat, seperti penyediaan hunian sementara dan pemenuhan kebutuhan dasar, dengan langkah pemulihan ekonomi dan mata pencaharian. Pendekatan ini dilakukan secara bersamaan untuk memperkuat daya pulih masyarakat terdampak.
Berdasarkan Situation Report Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa per 5 Januari 2025, bencana tersebut mengakibatkan 1.177 orang meninggal dunia, 148 orang hilang, serta sekitar 242,2 ribu jiwa mengungsi. Data tersebut bersumber dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Adapun kebutuhan mendesak di lapangan meliputi evakuasi, makanan siap santap, air bersih, layanan kebersihan, logistik nonpangan, layanan medis, akses komunikasi seperti wifi dan pengisian daya, hunian sementara, serta kebutuhan bayi, perempuan, dan lansia.
Sejak awal bencana, Dompet Dhuafa telah mengerahkan 257 personel kemanusiaan dan menyalurkan berbagai bantuan, antara lain logistik pangan dan nonpangan, school kit, hygiene kit, layanan medis dan psikososial, dapur umum, pos hangat, penyediaan air bersih, rumah sementara, hingga kendaraan taktis dan ambulans.
Dompet Dhuafa mengajak masyarakat untuk terus menguatkan solidaritas dan dukungan bagi warga terdampak bencana di Sumatera melalui program donasi kemanusiaan.





