JAKARTA, KBKNEWS.id – Kemarau panjang membuat warga Dukuh Joho, Desa Sambeng, Kecamatan Juwangi, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, harus berjuang keras mendapatkan air bersih.
Sungai yang mengering justru menjadi tempat warga mencari sumber air dengan menggali sumur-sumur kecil dari rembesan yang masih tersisa.
Sejak Mei 2026, hujan tak kunjung turun. Kondisi tersebut membuat aliran sungai mengering dan lahan pertanian warga mengalami kekeringan. Untuk mendapatkan air, warga harus menempuh perjalanan sekitar 500 meter hingga satu kilometer sambil membawa jerigen atau ember.
Air dari sumur buatan tersebut digunakan untuk mandi, mencuci, dan kebutuhan rumah tangga lainnya. Sementara untuk kebutuhan konsumsi, warga harus membeli air galon isi ulang dengan harga sekitar Rp7.000.
Kekeringan juga berdampak pada perekonomian warga yang mayoritas bekerja sebagai petani jagung dan peternak. Ladang yang mengering membuat warga tidak dapat menanam, sementara kebutuhan keluarga tetap harus dipenuhi.
Melihat kondisi tersebut, Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat terdampak. Pada akhir Juli 2026, sebanyak empat truk tangki dengan kapasitas masing-masing 9.000 liter didistribusikan ke wilayah terdampak.
Total 36.000 liter air bersih disalurkan untuk memenuhi kebutuhan sekitar 370 warga. Bantuan tersebut sangat membantu warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti mandi dan mencuci.
Bagi warga Dukuh Joho, air bukan lagi sekadar kebutuhan, tetapi sesuatu yang harus diperjuangkan setiap hari selama hujan belum kembali turun.





