Dow Chemical Pangkas 4.500 Karyawan, Transformasi Berbasis AI Jadi Pemicu

Perusahaan kimia global Dow Chemical mengumumkan rencana PHK terhadap sekitar 4.500 karyawan. (Foto: picture alliance / Getty)

Jakarta, KBKNews.id – Perusahaan kimia global Dow Chemical mengumumkan rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 4.500 karyawan. Langkah ini diambil sebagai bagian dari transformasi besar-besaran operasional perusahaan. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 12,5 persen dari total tenaga kerja Dow secara global.

Langkah efisiensi ini tak lepas dari semakin masifnya pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam sistem bisnis perusahaan. Dow kini mengandalkan teknologi AI dari C3 AI, perusahaan teknologi asal Amerika Serikat yang dikenal sebagai salah satu pemain utama di bidang analitik dan kecerdasan buatan industri.

PHK tersebut merupakan bagian dari program restrukturisasi bertajuk Transform to Outperform, sebuah inisiatif strategis Dow untuk menyederhanakan proses kerja, meningkatkan efisiensi operasional, serta memodernisasi strategi pemasaran.

Target Dongkrak Kinerja Keuangan

Melalui program Transform to Outperform, Dow membidik peningkatan laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) hingga 2 miliar USD pada 2028. Perusahaan yang telah beroperasi selama lebih dari satu abad ini menilai transformasi digital menjadi kunci untuk menjaga daya saing di tengah tekanan biaya dan ketatnya persaingan industri kimia global.

Chief Operating Officer Dow, Karen S. Carter, menyatakan langkah tersebut dirancang untuk memperkuat fondasi bisnis jangka panjang perusahaan.

“Inisiatif ini bertujuan mendorong pertumbuhan dan produktivitas agar Dow menjadi lebih tangguh, mampu melayani pelanggan dengan lebih baik, dan menciptakan nilai yang lebih besar bagi para pemegang saham,” ujar Carter, dikutip dari The Register, Senin (2/2/2026).

Ia menambahkan, seiring perluasan penggunaan solusi digital dan AI di seluruh portofolio bisnis, Dow memperkirakan manfaat signifikan akan terus bermunculan dalam beberapa tahun ke depan.

AI Jadi Tulang Punggung Operasi

Dalam transformasinya, Dow bekerja sama erat dengan C3 AI untuk mengembangkan sistem berbasis kecerdasan buatan yang mampu memetakan operasional perusahaan secara menyeluruh. Teknologi ini memungkinkan Dow menciptakan digital twin—atau kembaran digital—dari aset, proses produksi, produk, hingga tenaga kerja.

Pendekatan tersebut membantu manajemen mengidentifikasi celah efisiensi yang sebelumnya sulit terdeteksi, sekaligus menyederhanakan pengambilan keputusan.

Kepala Informasi dan Digital Dow, Debra Bauler, menjelaskan penerapan AI telah mengubah cara perusahaan mengelola operasional.

“Teknologi ini memungkinkan kami beralih dari sistem yang reaktif menjadi prediktif. Kami bisa mengantisipasi potensi masalah sebelum terjadi dan mengoptimalkan kinerja aset secara lebih presisi,” ujarnya.

Dow berencana memperluas penerapan solusi AI ini ke seluruh lini bisnis, termasuk melalui anak usaha Univation Technologies, yang tengah mengembangkan sistem pemeliharaan prediktif untuk industri petrokimia.

Biaya Restrukturisasi Capai 1,5 Miliar USD

Meski mendorong efisiensi jangka panjang, langkah PHK ini juga membawa konsekuensi biaya besar. Dow memperkirakan beban satu kali akibat restrukturisasi mencapai sekitar 1,5 miliar USD.

Dari jumlah tersebut, sekitar 600 juta USD hingga 800 juta USD dialokasikan untuk pembayaran pesangon bagi karyawan terdampak. Nilainya setara dengan sekitar 133 ribu USD hingga 177 ribu USD per pekerja.

Namun demikian, perusahaan tidak merinci secara spesifik peran atau posisi apa saja yang akan digantikan oleh otomatisasi dan AI. Dow hanya menegaskan mereka memanfaatkan teknologi berdampak tinggi untuk menyederhanakan model bisnis dan meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan.

Tenaga Kerja Relatif Stabil Sejak 2019

Secara historis, jumlah karyawan Dow tergolong stabil dalam beberapa tahun terakhir. Sejak 2019, tenaga kerja perusahaan bertahan di kisaran 36.000 orang. Angka tersebut sempat meningkat menjadi sekitar 37.800 karyawan pada 2023, sebelum kembali turun ke level 36.000 pada tahun berikutnya.

Langkah PHK kali ini menandai salah satu penyesuaian tenaga kerja terbesar Dow dalam satu dekade terakhir, sekaligus mencerminkan tren global di mana perusahaan-perusahaan besar mulai mengandalkan AI untuk menekan biaya dan meningkatkan efisiensi.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here