Dua Desa Terisolir akibat Banjir Bandang Parigi Moutong, Proses Evakuasi Warga Terus Berjalan

0
114
Tumpukan material kayu yang terseret banjir di Desa Balinggi Jatih Kecamatan Balinggi, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Selasa (30/5/2023). (Foto: ANTARA/HO-Aswadin)

PARIGI MOUTONG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong, Sulawesi Tengah (Sulteng), mengatakan dua desa terisolir akibat banjir bandang pada Minggu (23/6).

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Parigi Moutong Amirudin mengatakan proses evakuasi warga Dusun IV Desa Sibalago, Kecamatan Toribulu, yang terisolir terus dilakukan pasca-banjir bandang menerjang.

“Di Kecamatan Toribulu, dua wilayah terdampak yakni Desa Sibalago dan Desa Sienjo,” katanya.

Dia menambahkan, wilayah terdampak parah di Desa Sibalago yakni Dusun Tompo dan hingga kini sebagian warga mengungsi ke rumah kerabat dan kantor kepala desa, sedangkan warga yang terisolir di Dusun IV terus dievakuasi ke tempat yang lebih aman.

Data sementara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Parigi Moutong, sebanyak 29 rumah warga terdampak banjir dan 33 Kepala Keluarga (KK) atau 110 jiwa di Desa Sienjo terpaksa mengungsi di kantor kepala desa setempat.

Dari 110 warga mengungsi, ada12 bayi dan balita, dua orang penyandang disabilitas, dan empat lansia. Adapun di Desa Sibalago, sebanyak 90 KK terdampak dan satu jembatan penghubung desa terputus sehingga menyebabkan warga Desa Sibalago terisolir.

“Pemerintah daerah (pemda) sedang mengupayakan jembatan darurat supaya akses masyarakat dan bantuan logistik lancar,” ujar Amirudin.

Selain itu, kata dia, Pemkab Parigi Moutong juga segera mendirikan dapur umum sebagai sentral menyiapkan makanan siap saji untuk korban banjir.

“Kebutuhan mendesak saat ini logistik, air bersih, perbaikan jembatan, normalisasi sungai, dan alat berat,” kata dia.

Advertisement div class="td-visible-desktop">

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here