TEHERAN – Duta Iran untuk PBB telah mengecam tindakan Washington terhadap negara lain, mengatakan AS telah kecanduang sanksi.
Gholamali Khoshroo menyesalkan bahwa AS “kecanduan sanksi” dan melanggar hak asasi manusia.
“Langkah-langkah sepihak secara moral yang salah dan etis tidak adil tidak hanya menentang aturan hukum di tingkat internasional tetapi juga melanggar hak atas pembangunan dan mengarah pada pelanggaran hak asasi manusia,” kata Khoshroo, Senin (15/10/2018).
Dilansir Press TV, dia membuat pernyataan dalam sebuah pidato ke Komite Keenam Sidang ke-73 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang ‘Laporan Komite Khusus tentang Piagam PBB dan tentang Penguatan Peran Organisasi’.
“Langkah-langkah koersif sering mengarah pada hukuman kolektif terhadap warga sipil yang tidak bersalah dan pelanggaran hak asasi manusia,” katanya, mengatakan langkah-langkah AS terhadap Iran telah berdampak pada warga sipil yang tidak bersalah, dan bertentangan dengan yang diklaim oleh para pejabat Amerika.
Presiden AS Donald Trump pada Mei mengumumkan bahwa Washington menarik diri dari perjanjian nuklir yang mencabut sanksi terkait nuklir terhadap Iran sebagai pertukaran untuk pembatasan program nuklir Teheran.
Pemerintah AS memperkenalkan kembali sanksi-sanksi sebelumnya sambil memaksakan yang baru di Republik Islam.
Putaran pertama sanksi Amerika mulai berlaku pada bulan Agustus, menargetkan akses Iran ke dolar AS, perdagangan logam, batubara, perangkat lunak industri, dan sektor otomotif. Putaran kedua, yang akan datang pada 4 November, akan menargetkan penjualan minyak Iran dan Bank Sentralnya.




