Empat Menteri Dicopot, Satu Ditambah

Empat enteri diganti, satu menteri untuk Urusan Haji dan Umrah ditambah dalam reshuffle Kabinet Merah Putih, Senin (8/9) (ilustrasi; youtube)

PRESIDEN Prabowo Subianto, Senin sore (8/9)  mereshuffle empat menteri Kabinet Merah Putih dan menambah satu menteri dan wakil menteri Kementerian Haji dan Umrah.

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Budi Gunawan diganti, dan untuk sementara dijabat oleh menteri ad-interim Sjafrie Sjamsoeddin yang juga menjabat Menteri Pertahanan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani digantikan oleh Purbaya Yudi Sadewa, jebolan Jrusan Tehnik Elektro ITB, S-2 dan S-3 di Purdue University, Indiana, AS  yang sebelumnya menjabat Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Sementara Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo diganti, namun penggantinya disebutkan masih berada di luar negeri, sehingga nama dan pelantikannya akan menyusul.

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding diganti oleh anggota DPR F-Partai Golkar  Mukhtarudin, sedangkan Menteri Koperasi  Budi Arie Setiadi diganti kader Partai Gerindra Ferry Juliantono yang semula menjabat  Wakil Menteri Koperasi.

Pemberitaan tentang Karding yang kader PKB dan berasal dari Sulawesi Selatan sempat viral di medsos etelah ia ketahuan bermain domino bersama Menteri Kehutanan Raja Juli dan tersangka pembalakan kayu liar Azis Wellang.

Sementara Budi Arie Setiadi  yang dicopt dari menteri koperasi sempat diramaikan  oleh kasus peretasan data nasional dan diduga terlibat kasus judi online saat menjabat Menteri Kominfo dan Digital.

Berdasar masukan dan evaluasi

Mensesneg Prasetyo Hadi mengungkapkan, reshuffle dilakukan berdasarkan masukan dan hasil evaluasi yang diterima Prabowo atas berbagai perkembangan masukan dan evaluasi yang dilakukan terus-menerus oleh presiden.

Ada satu posisi menteri yang baru dibentuk, yakni Menteri Haji dan Umrah dipimpin Moh. Irfan Yusuf dan Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak yang sebelumnya menjabat Wakil Ketua Badan Penyelenggara Haji.

Terkait Budi Gunawan, Direktur Eksekutif Lingkar Madani Rey Rangkuti menilai, pencopotannya memang tinggal menunggu waktu.

Alasannya, menurut dia, antara lain karena namanya dikaitkan dengan dugaan kasus hukum korupsi dan juga Presiden menganggap perlu koordinasi lebih baik untuk menangani maraknya demo-demo belakangan ini.

Budi Gunawan yang dikenal dekat dengan Ketum PDI-P Megawati juga tampak bebeda pandangan dengan pemerintah terkait pemidanaan  Sekjen PDI-P Hasto Kristyanto 3,5 tahun, namaun kemudian dibebaskan karena medapat amensti dari Presiden Prabowo.

“Tapi agak aneh, yang dituntut publik untuk diturunksn karena dianggap tidak mampu menangani aksi-aksi demo adalah Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo. Kok yang diganti malah “atasannya” yakni Budi Gunawan, “ tutur Rey.

 Penggantian Sri Mulyani

Terkait penggantian Sri Mulyani, menurut Rey, bukan karena soal kinerja, namun isu pengunduran dirinya yang lama beredar dengan reshuffle kabinet hari ini agaknya sudah “klop” atau nyambung.

Namun demikian, Rey menyayangkan karena bagi Sri Mulyani yang memiliki reputasi internasional sebagai pakar keuangan dan pernah menjadi Direktur Pelaksana Bank Dunia, merupakan anti klimaks.

“Kalau ia dulu memilih mundur sebelum Gibran diangkat jadi Wapres, publik tentu akan bertepuk tangan mendukungnya, “ tutur Rey.

Rey juga menilai, mungkin ada juga yang menganggap reshuffle kabinet kali ini dikait-kaitkan dengan program “dekojowisasi” mengingat empat orang atau anggota kabinet Jokowi yang dipecat yakni Budi Gunawan (Ketua BIN), Budi Arie (Menkominfodigi), Sri Mulyani (juga menjabat Menkeu di kabinet Jokowi) serta Imanuel Ebenezer (Ketua Jokowimania).

Sementara Direktur Kebijakan Publik  Celios,   Wahyudi Askar direktur Celios, Wayudi Askar menilai, tantangan yang dihadapi  menteri keuangan baru adalah bagaimana membangun trust.

“Bagaimana ia mampu tampil lebih baik terutama terkait efisiensi APBN yang dilakukan pemerintah saat ini, kebijakan fiskal yang tidak membebani rakyat dan restrukturisasi utang luar negeri yang sampai triwulan II, 2025 sudah mencapai 433,3 milyar dolar AS (sekitar 7.019 triliun.

Waktu akan berbicara terkait kiprah yang akan dilakukan para menteri baru!

 

 

 

 

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here