JAKARTA, KBKNEWS.id – Dompet Dhuafa Cabang Jawa Tengah membentuk Jaringan Mitra Pemberdayaan dan Mitra Pengelola Zakat yang dikemas dalam forum diskusi bertajuk “Penguatan Program Pemberdayaan dalam Upaya Pengentasan Kemiskinan”, pada Rabu (9/7/2025) di Hotel Candi, Kota Semarang.
Dalam diskusi ini, Dompet Dhuafa mempertemukan berbagai stakeholder mulai dari pemerintah, sektor swasta, akademisi, lembaga sosial masyarakat (LSM), komunitas, hingga Mitra Pengelola Zakat, untuk menghadapi tantangan kemiskinan di Jawa Tengah, yang menurut catatan BPS mencapai 10,47 % atau 3,79 juta orang.
Dalam sambutannya, perwakilan dari Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Dasiri, menekankan bahwa pengentasan kemiskinan tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja. “Dibutuhkan kolaborasi semua stakeholder, termasuk lembaga zakat, untuk menjangkau masyarakat yang belum terlayani,” ujarnya.
Sementara Udhi Tri Kurniawan, Deputi Direktur 1 Program Pemberdayaan Dompet Dhuafa memaparkan Dompet Dhuafa di Jawa Tengah telah menjalankan berbagai program di tiga titik utama Semarang, Solo, dan Purwokerto. Namun, luasnya wilayah dan kompleksitas tantangan sosial membuat jangkauan tersebut perlu diperluas melalui kemitraan strategis.
“Dompet Dhuafa ingin menjadi empowerment hub, yang menghubungkan komunitas dan kelompok rentan dengan sponsor atau pemberi dana, lalu memfasilitasi proses pendanaan, pelatihan, hingga pendampingan,” ujar Udhi Tri Kurniawan, Deputi Direktur 1 Program Pemberdayaan Dompet Dhuafa.
Forum ini juga menjadi ruang untuk merumuskan empat fokus utama yakni memperkuat koneksi antarmitra, peningkatan kapasitas (capacity building), kolaborasi program, serta penyelarasan data dan sistem monitoring dampak.
Forum ini diharapkan menghasilkan sejumlah output konkret, antara lain terbentuknya Rencana Aksi Kolaboratif, tersusunnya basis data awal yang memuat informasi mitra dan wilayah kerja, serta terdokumentasikannya berbagai praktik baik yang dibagikan oleh para peserta.
Ketua Forum Zakat (FOZ) Jawa Tengah, Sidik Anshori, yang juga hadir sebagai narasumber, menyambut baik langkah Dompet Dhuafa. Ia berharap ke depan lahir lebih banyak inisiatif pemberdayaan yang tidak hanya menggugurkan kewajiban sosial, tetapi benar-benar berdampak bagi masyarakat.




