Ratusan Guru Tak Jadi Mengajar di Sekolah Rakyat, Ini Respons Kemensos dan Mendikdasmen

Ilustrasi. (Foto: ANTARA/FB Anggoro)

JAKARTA, KBKNews.id – Kementerian Sosial mencatat bahwa dari total 1.469 guru yang telah dinyatakan lolos seleksi untuk mengajar di Sekolah Rakyat, sebanyak 143 orang memilih mundur atau tidak memenuhi panggilan tugas.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa pengunduran diri tersebut bukan disebabkan oleh persoalan upah atau insentif, melainkan karena faktor jarak tempat tinggal yang terlalu jauh dari lokasi penempatan.

“Kalau kemarin yang disampaikan itu sebagian karena domisilinya jauh. Kemudian yang kedua, ya mungkin ada alasan-alasan lain yang membuat mereka mengundurkan diri,” kata Mendikdasmen Abdul Mu’ti usai kegiatan Rakornas Pembentukan Karakter Anak Bangsa melalui Efektivitas Penerapan Pendidikan Pancasila dan Pendidikan Agama pada Satuan Pendidikan RA, MI, MTs, MA/MAK di Jakarta, Kamis (31/7/2025).

Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa permasalahan ini sudah dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto. Ia juga menegaskan bahwa guru-guru yang mundur telah digantikan oleh calon guru lain, sehingga tidak ada kendala dalam pelaksanaan program.

“Soal guru itu kemarin sudah dilaporkan ke Pak Presiden. Soal guru yang mengundurkan diri disampaikan ke kami juga, sudah ada penggantinya, dan sudah dilaporkan Pak Menteri Sosial kepada Pak Presiden. Insya Allah tidak ada masalah,” ujar Abdul Mu’ti.

Sebelumnya, Selasa (29/7/2025), Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyatakan bahwa ada lebih dari 50 ribu guru yang siap menggantikan posisi guru-guru Sekolah Rakyat yang mengundurkan diri.

Para guru ini telah mengikuti program Pendidikan Profesi Guru dan hingga kini belum mendapatkan penempatan.

“Sehingga, Insyaallah, nanti yang mengundurkan diri itu kita hormati karena sebagian besar alasannya terlalu jauh dari domisili,” tuturnya.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here